
Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Di Pasar Victoria dan Pasar Sungai Harapan, harga komoditas ini menembus angka Rp58 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Lonjakan harga ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli. Para pelaku usaha kuliner hingga ibu rumah tangga mulai kesulitan menyesuaikan anggaran belanja harian.
“Biasanya saya beli sekilo untuk stok seminggu di rumah. Sekarang cuma bisa beli setengah kilo, itu pun terpaksa. Kalau begini terus, masakan pun jadi serba irit,” ujar Rina, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar Victoria, Minggu (20/7).
Di Pasar Fanindo, harga bawang merah bervariasi tergantung jenisnya. Bawang merah asal Jawa dijual Rp55 ribu per kilogram, sementara bawang impor dari China hanya Rp15 ribu per kilogram. Meski demikian, banyak pembeli tetap memilih bawang lokal karena dinilai lebih sedap sebagai bumbu masakan.
“Bawang China memang murah, tapi beda rasa dan aromanya. Pembeli tetap cari bawang lokal. Tapi karena harganya naik, banyak yang beli sedikit-sedikit saja,” ujar Anton, pedagang sembako di pasar tersebut.
Kenaikan harga tidak hanya memukul konsumen, tetapi juga para pedagang. Anton mengaku kesulitan menjaga margin keuntungan karena harga dari distributor sudah tinggi.
“Stok mahal, pelanggan takut beli, barang bisa-bisa busuk. Jadi kami harus pintar-pintar ngatur,” katanya.
Selain bawang merah, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami fluktuasi harga. Harga tomat mengalami kenaikan meski belum signifikan. Cabai merah masih stabil di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai rawit merah justru melambung hingga Rp62 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau dijual Rp35 ribu, dan cabai merah keriting Rp30 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga telur ayam negeri kini Rp56 ribu per papan, dan telur ayam kampung Rp65 ribu per papan. Daging ayam segar dijual Rp38 ribu per kilogram, dan ayam beku Rp32 ribu per kilogram.
Harga minyak goreng kemasan mencapai Rp18 ribu per liter. Sementara itu, harga beras medium berada di angka Rp12 ribu per kilogram, dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Gula pasir curah dijual Rp15 ribu per kilogram dan gula kemasan Rp16.500 per kilogram.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan tingginya harga bawang merah disebabkan oleh banyaknya petani yang gagal panen, sehingga pasokan menurun dan harga melonjak.
“Kenaikan harga ini bukan hanya terjadi di Batam, tapi secara nasional. Apalagi kita di Batam bukan penghasil bawang, semua bawang merah kita datangkan dari luar daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk komoditas lain masih relatif stabil. Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga sembako di pasar-pasar tradisional mengingat posisi Batam sebagai wilayah yang bergantung pada pasokan dari luar. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



