
batampos – Harga sejumlah bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam terpantau naik, Kamis (31/8). Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai merah, cabai hijau, ikan laut, tomat, dan sayur-sayuran.
“Naik semua pak, tadi banyak ibu-ibu ngeluh karena harganya pada naik semua,” ujar Anton, salah satu pedagang di Pasar Victoria, Sekupang, Kamis (31/8).
Diakuinya, cabai merah saat ini dijual Rp 60 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai hijau dijual Rp 56 ribu sampai Rp 58 ribu per kilogram. Harga ini naik signifikan dibanding dengan beberapa hari yang lalu yang masih di angka Rp 42 ribu perkg.
“Cabai yang tinggi kali naiknya. Itupun stok kita saat ini cukup terbatas,” tambah Anton.
Baca Juga: Berlaku Mulai Besok, Waktu Drop Off dan Pick Up Penumpang di Bandara Hang Nadim Maksimal 3 Menit
Pedagang lainnya Sukri mengaku tidak sanggup memasok cabai hijau karena harga yang sangat tinggi. Ia khawatir cabai tidak laku terjual karena melihat harganya.
“Tadi pagi ke pasar pagi harga dari sana Rp 62 ribu per kg. Kalau diambil mau dijual berapa ke masyarakat, makanya tak jadi ambil,” katanya.
Selain cabai, tomat juga mengalami kenaikan. Di Pasar Victoria tomat dijual Rp 20 ribu sampai dengan Rp 22 ribu per kg. Sementara harga normalnya Rp 16 ribu per kg. Begitu dengan aneka sayur sayuran lain yang mulai harga merangkak naik.
“Gak paham juga kita kenapa bisa serentak naik, yang jelas kondisi ini berdampak terhadap penjualan. Biasanya beli satu kilo sekarang seperempat itupun ditawar,” ungkap Sukri.
Baca Juga: Pemko Batam Usulkan Enam Tempat Pemakaman Baru, Ini Lokasinya
Sementara itu harga ikan laut juga terpantau naik. Ikan tongkol misalnya dijual Rp 45 ribu per kg. Padahal normalnya hanya Rp 35 ribu per kg. Begitu juga dengan ikan gembung yang saat ini dijual Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kg.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Sungai Harapan, tongkol putih dijual Rp 46 ribu per kg. “Semuanya pada naik pak, bawa uang Rp 100 ribu ke pasar cuma dapat ikan sama cabai merah sama minyak goreng doang,” keluh Anita, warga Sekupang. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



