
batampos – Harga sejumlah bahan pokok mulai ikut merangkak naik akibat imbas kenaikan BBM. Seperti harga cabai merah keriting saat ini dijual Rp 100 ribu per kilogramnya. Begitu juga cabai hijau dijual dengan harga Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu per kilogramnya.
“Ya, untuk cabai memang harganya lagi tinggi. Kami pun saat ini gak berani nyetok karena daya beli masyarakat semakin rendah,” ujar Tuti, salah satu pedagang satu pedagang sayur di sana.
Ia mengaku biasanya sebelum ada kenaikan ia bisa menjual 15 sampai 20 kilogram cabai setiap hari.
Baca Juga: Kenaikan Harga Angkutan Udara dan Cabai Merah Dorong Inflasi Juli 2022
Namun beberapa hari ini ia hanya bisa dijual tidak sampai separonya dan itupun sudah sangat susah dengan keuntungan yang sangat tipis.
“Kalau lebih murah lagi kita rugi, tidak laku kita juga makin rugi lagi. Karena kalau dibiarkan beberapa hari cabai ini tentu akan busuk dan menjadi gak laku,” tuturnya.
Pedagang lainnya Imron, mengaku, selain cabai harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Semisalnya bawang merah, saat ini dijual Rp 36 ribu.
Padahal sebelumnya hanya Rp 24 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah dirasakan sejak tiga hari yang lalu, karena harga distributor naik.
“Mau tak mau kita ikut naik juga, karena sejak BBM naik ini hampir semua kebutuhan pokok ikut terkena dampaknya,” ujar Imron.
Yani, salah seorang warga Sei Harapan, berharap, pemerintah menyediakan pasar murah bagi warga.
Karena dengan pasar murah ini masyarakat dapat terbantu membeli kebutuhan pokok dengan harga yang cukup terjangkau.
“Seperti beberapa waktu sebelumnya, barang-barang naik dan pemerintah hadir dengan pasar murah, saya pikir ini sangat bantu kami sebagai masyarakat kecil,” tuturnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



