Jumat, 16 Januari 2026

Harga Daging, Cabai, dan Bawang di Batam Naik Jelang Lebaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pedagang menjual cabai di Pasar Sungai Harapan. F.Rengga Yuliandra

batampos – Menjelang Lebaran, harga sejumlah bahan pokok di Batam mengalami kenaikan signifikan. Daging sapi, cabai, dan bawang merah menjadi komoditas yang harganya terus merangkak naik, membebani masyarakat yang tengah bersiap menyambut hari raya.

Riko, pedagang daging sapi di Batam, mengungkapkan bahwa harga daging sapi kini naik dari Rp 90 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Ia menduga kenaikan harga ini terjadi karena biaya modal dari perusahaan penyalur juga meningkat.
“Kenaikan ini cukup berdampak. Pembeli jadi mengurangi jumlah belanjaan atau bahkan beralih ke pilihan lain seperti ayam atau ikan,” katanya, Minggu (9/3).
Menurut Riko, kenaikan harga santan yang juga terjadi saat ini turut mempengaruhi penjualan daging sapi.
“Banyak masakan Lebaran yang menggunakan kombinasi daging dan santan, seperti rendang atau gulai. Kalau keduanya mahal, orang jadi enggan beli,” ujarnya.
Selain daging, harga cabai juga mengalami lonjakan signifikan. Winda, pedagang di Pasar Sungai Harapan, mengatakan harga cabai merah Mataram kini berada di angka Rp 70 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah Aceh Rp 60 ribu per kilogram.
“Cabai setan juga masih mahal, walaupun turun sedikit dari Rp98 ribu, sekarang masih di atas Rp90 ribu per kilogram,” kata Winda.
Ia mengaku penjualannya sedikit menurun karena pembeli mulai lebih selektif dalam membeli cabai.
“Orang sekarang beli secukupnya saja buat berbuka dan sahur. Masaknya sedikit-sedikit supaya tidak boros,” katanya.
Selain daging dan cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Winda menyebut harga bawang merah yang sebelumnya Rp28 ribu kini naik menjadi Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
“Kenaikan ini karena stok dari daerah penghasil berkurang, sementara permintaan meningkat menjelang Lebaran,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa bawang merah merupakan salah satu bahan pokok yang selalu dibutuhkan, sehingga meskipun harganya naik, masyarakat tetap membelinya meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit.
“Kalau bawang tetap dibeli, tapi tidak sebanyak biasanya. Orang sekarang beli lebih irit,” katanya.
Indrawati, seorang pembeli yang juga pedagang makanan, berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga bahan pokok.
“Kami penjual kecil jadi terkena dampaknya. Modal bertambah, tapi kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual, nanti pelanggan kabur,” katanya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Update