
batampos – Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli hewan kurban di Batam mulai menggeliat. Sejumlah pedagang hewan kurban, baik kambing maupun sapi, telah membuka lapak di berbagai titik. Harga hewan kurban tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Para pedagang pun optimistis penjualan akan meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang di kawasan Temiang, Musofa, mengatakan harga sapi Bali dibanderol antara Rp22 juta hingga Rp26 juta per ekor. Sementara itu, sapi jenis Simental dijual dengan harga mulai dari Rp30 juta hingga Rp55 juta, tergantung bobot dan kualitas hewan.
“Untuk harga tidak ada perubahan, masih sama seperti tahun lalu,” ujar Musofa, Senin (21/4).
Ia merinci, sapi dengan bobot 200–300 kilogram dijual seharga Rp22 juta hingga Rp26 juta. Sedangkan sapi berbobot 450–750 kilogram dipasarkan mulai Rp35 juta hingga Rp55 juta per ekor.
Musofa menambahkan, saat ini dirinya sudah memiliki stok sapi Bali sebanyak 100 ekor dan Simental 20 ekor. Ia juga menunggu kedatangan sekitar 30 ekor sapi tambahan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, sudah 30 ekor yang terjual. Total nanti sekitar 160 sampai 200 ekor sapi yang akan kami siapkan,” jelasnya.
Menurutnya, kualitas sapi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. “Untuk sapi tahun ini jauh lebih baik dari tahun kemarin, lebih gemuk dan sehat,” ucapnya.
Musofa juga memastikan seluruh hewan yang dijual telah memenuhi syarat kesehatan, termasuk vaksinasi dan pemeriksaan PMK (penyakit mulut dan kuku).
“Kita pastikan hewan kita aman semua. Syarat PMK masih tetap berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk kebutuhan kambing, pihaknya juga menyiapkan stok dalam jumlah besar. “Minggu depan kambing akan datang sekitar 400 ekor,” tuturnya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Amin, yang juga berjualan di kawasan Temiang. Menurutnya, harga kambing kurban berkisar Rp3 juta hingga Rp4,5 juta, tergantung ukuran.
“Kambing ukuran 27 sampai 45 kilogram, harganya paling rendah Rp3 juta. Kalau yang besar bisa sampai Rp4,5 juta,” jelasnya.
Amin menyebutkan, meskipun belum memasuki masa puncak permintaan, sejumlah pembeli sudah mulai memesan hewan kurban lebih awal.
“Sekarang masyarakat sudah mulai mencari dan menanyakan harga. Sudah ada juga yang booking,” ujarnya.
Pedagang lain, Ardi, juga optimistis penjualan tahun ini akan lebih baik. Ia bahkan menambah stok hewan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin saya bawa 30 ekor sapi, tahun ini saya tambah jadi 45 ekor. Soalnya tahun lalu habis semua,” katanya.
Menurut Ardi, mayoritas sapi yang dijual di Batam didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia memastikan seluruh hewan yang dijual telah melalui proses pemeriksaan kesehatan.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis. Ia menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk ke Batam wajib divaksin dan dinyatakan sehat sebelum diperjualbelikan.
“Hewan kurban yang masuk ke Batam wajib vaksin dan dinyatakan sehat. Ini sudah menjadi ketentuan,” jelasnya.
Mardanis menambahkan, setelah tiba di Batam, hewan-hewan tersebut akan kembali diperiksa kesehatannya, termasuk untuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Pemeriksaan ini penting agar hewan kurban yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” tuturnya.
Untuk pengajuan izin pemasukan hewan kurban ke Batam, pelaku usaha diwajibkan menggunakan aplikasi lintas.isikhnas.pertanian.go.id. Verifikasi akan dilakukan oleh pihak provinsi.
Beberapa persyaratan wajib untuk pengiriman sapi antara lain, telah divaksin PMK dosis kedua, hasil uji laboratorium PMK, uji LSD (Lumpy Skin Disease), Uji brucellosis, Uji anthrax, Uji Jembrana (khusus untuk sapi Bali).
“Pelaku usaha diwajibkan memiliki akun untuk mengakses dan mengajukan permohonan melalui aplikasi tersebut, ” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



