Minggu, 15 Maret 2026

Harga Spare Part Kendaraan Bermotor di Batam Naik 20 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ILUSTRASI: Mekanik AHASS sedang melakukan perawatan sepeda motor. Foto: PT Capella untuk Batam Pos

batampos – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) berdampak ke semua sektor. Tak terkecuali komponen otomotif. Harga oli dan ban kendaraan bermotor yang menjadi rutinitas perawatan mobil atau sepeda motor tiap bulan, jadi daftar komponen kendaraan dengan kenaikan harga yang paling tinggi.

Ban dalam ataupun luar naik kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per pieces-nya. Begitu juga dengan oli mesin semua merk naik Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per liter.

Ini jadi beban tambahan masyarakat sebab perawatan kendaraan bermotor harus rutin dilakukan setiap bulan. “Itu baru satu dua item yang memang rutin harus diganti. Belum kalau mogok mendadak tentu lebih banyak koyak lagi (isi dompet). Semua komponen pada naik harga,” ujar Aswardi, masyarakat Batuaji, Minggu (25/9).

Aswardi menceritakan pengalamannya yang memperbaiki sepeda motor yang mendadak mogok beberapa hari sebelumnya. Dia harus merogok kocek hingga Rp 900 ribu. Padahal yang diperbaiki tak begitu banyak namun karena harga oli, kampas rem hingga spare part bagian head mesin sepeda motor yang naik jadi dia harus banyak mengeluarkan uang.

“Kalau normal seperti harga sebelumnya, paling habis Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Semua pada naik katanya makanya hampir Rp 1 juta biayanya,” ujarnya.

Heri, pemilik bengkel di kawasan pertokoan Aviari, Batuaji menyampaikan hal yang sama. Semenjak BBM naik harga, harga komponen otomotif juga naik kisaran 20 persen dari harga awal.

“Paling terasa itu ban motor. Naik Rp 10 ribu sampai Rp 18 ribu. Oli juga naik rata-rata naiknya Rp 5 ribu, begitu juga dengan komponen lain, hampir dikatakan semuanya naik,” ujar Heri.

Kenaikan harga barang ini, lanjutnya, berimbas kepada tarif yang ia tawarkan. Meskipun ia hanya mengambil untung yang sangat tipis, daya beli di masyarakat dirasakan sangat jauh berkurang.

“Ya, kalau gak ada penyesuaian kita rugi dong, itu pun buat pasang kita gak ambil untung,” bebernya. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN