Minggu, 1 Maret 2026

Harga Tahu dan Tempe Stabil, Tapi Ukuran Diperkecil

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Cetak Tahu: Pengusaha tempe dan tahu di Kota Batam mengeluhkan kenaikan harga kedelai hingga 100 persen. Kenaikan harga bahan pokok ini dikhawatirkan berdampak pada biaya produksi, dan harga jual. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kenaikan harga kacang kedelai berimbas pada mengecilnya ukuran tahu dan tempe yang bahan baku pembuatannya dari kacang kedelai. Pengusaha tahu dan tempe sementara waktu menyiasati kenaikan harga kacang kedelai ini dengan mengecilkan ukuran tahu dan tempe agar tetap bertahan. Keuntungan yang didapat sangat sedikit.

Rusdi, pembuat tahu dan tempe di Sagulung menuturkan, pengecilan ukuran tahu dan tempe ini harus dilakukan agar usahanya tetap berjalan. Dia belum bisa menaikan harga jual tahu dan tempe sebab penyuplai tahu dan tempe lainnya masih mempertahankan harga yang lama.

Baca Juga: Disnaker Batam Gelar 33 Pelatihan Kerja, Pendaftaran Online di Sini

“Kalau naikin harga nanti tak diambil orang, makanya dikit-dikit dikurangi ukurannya biar tak rugi,” ujarnya saat ditemui di pasar Sagulung.

Pedagang di Batuaji dan Sagulung juga menyampaikan hal yang sama. Siasat pengusaha tahu dan tempe dengan kenaikan harga kacang kedelai ini baru sebatas memperkecil ukuran tahu dan tempe. Menaikan harga tahu dan tempe tentu akan berimbas dengan hasil produksi yang akan kalah bersaing dengan penyuplai tahu dan tempe lainnya.

Baca Juga: Harga Cabai di Batam Kembali Melonjak

“Belum ada yang naikin harga karena penyuplai banyak. Mereka belum semuanya kompak (naikan harga). Paling ukuran agak mengecil dikit,” kata Sumiati, pedagang tahu dan tempe di pasar Fanindo.

Tahu dan tempe masih stabil diharga sebelumnya. Tahu masih ada yang dijual tiga keping Rp 1000 dan tempe masih diangka Rp 3.000 keping. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN