
batampos – Harga telur ayam buras di pasaran Batam masih tinggi hingga Minggu (30/7). Perpapan telur ayam masih dijual Rp56-62 ribu.
Tingginya harga telur sejak beberapa bulan terakhir ini pun dikeluhkan sejumlah masyarakat. Sebab, harga telur bertahan diatas Rp 55 ribu perpapan.
“Paling murah itu Rp 55 ribu perpapan. Sekarang naik lagi jadi Rp 56 ribu, kok tak turun-turun ya,” ujar Lina, warga Batam center.
Baca Juga: Lion Air Melayani Penerbangan Langsung dari Batam ke Arab Saudi Mulai Besok
Menurut Lina, harga telur di warung-warung dijual lebih tinggi perbutir dijual hingga Rp 2500. Hal ini tentunya membuat kaum ibu rumah tangga menjerit, apalagi yang tak sempat berbelanja ke pasar.
“Kalau di warung harganya lebih mahal, sampai Rp 2500. Saya kaget beli Rp 10 ribu cuma dapat 4 butir,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Emi, warga lainnya yang mengeluhkan harga telur ayam buras masih tinggi. Ia yang habis berbelanja di pasar, membeli telur Rp 62 ribu perpapan. Harga lebih tinggi, karena ukuran yang cukup besar.
“Ada yang Rp 58 ribu, tapi kecil. Jadi saya milih yang Rp 62 ribu, karena besar. Biasanya beli tak sampai Rp 50 ribu perpapan, sekarang mah harus keluarin budget lebih banyak,” kata Emi.
Baca Juga: Ortu Memaksa, 94 Siswa Ikut Kelas Online di SMAN 3 Batam
Di beberapa swalayan kawasan Nongsa, harga telur ayam buras dijual Rp 56-59 ribu perpapan. Sedangkan perpack isi 10 butir dijual Rp 19 ribu hingga 21 ribu.
Sedangkan di pasar Botania Batam center, harga telur dijual Rp 57-62 ribu perpapan. Harga telur tergantung dari ukuran telur. Untuk telur dari Barelang, dijual Rp 62 ribu, karena memiliki ukuran lebih besar dari telur Medan.
“Harga telur masih tinggi. Untuk ukuran telur dari Medan itu standar, kalau Barelang agak besar,” ujarAgus pedagang di pasar Botania Batam center.
Diakui Agus, masih tinggi nya harga kelurahan sering dikeluhkan sejumlah konsumennya. Terutama ibu-ibu yang berbelanja dan menawar harga dagangannya.
“Ya mau ditawar bagaimana lagi , kami juga untungnya dikit, karena memang harga telur lagi tinggi,” sebut Agus.
Sementara, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanyaan Kota Batam, Mardanis belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga telur. (*)
Reporter: Yashinta



