
batampos – Jelang Natal dan Tahun Baru harga-harga sejumlah komoditas di pasaran Batam terus bergerak naik. Di antaranya untuk telur dan minyak goreng yang harganya cukup tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Batam, Gustian Riau, membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas. Penyebab kenaikan pun beragam.
Misalnya untuk telur, harga tinggi karena permintaan yang tinggi jelang Natal dan Tahun Baru, ditambah harga yang ditentukan oleh peternak daerah asal Medan juga tinggi.
“Jadi memang karena permintaan tinggi, mereka bilang, karena pakan ternak juga tengah tinggi,” jelas Gustian.
Baca Juga: Rp80 Juta Dari Warga Tanjunguncang untuk Cianjur
Sedangkan untuk harga minyak goreng naik, karena memang ada kesepakatan dari pemerintah pusat dan pabrik. Penyebab biaya operasional dan harga bahan mentah minyak goreng juga naik.
“Memang ada naik, tapi itu khusus minyak goreng kemasan. Untuk minyak goreng curah, harga masih sama, yakni Rp12 ribu,” tegas Gustian.
Disinggung terkait hilangnya “minyak goreng kita”, yang merupakan produksi dari Kementrian, menurut Gustian itu kebijakan pusat.
Baca Juga: BP Batam Dinobatkan sebagai Badan Publik Informatif Tahun 2022
Namun hal itu tak berpengaruh untuk Batam, karena ketersediaan minyak goreng di Batam sangat aman.
” Minyak kita itu kan kebijakan pusat, ada tak ada minyak itu, minyak goreng di Batam tetap aman. Harganya dari PT Son juga murah,” sebut Gustian.
Disisi lain, Gustian mengaku akan memanggil distributor di Batam untuk rapat bersama. Rapat tersebut untuk meminta agar distributor tidak mengambil atau menaikan harga komoditas cukup tinggi.
“Jadi kami meminta mereka untuk bisa menekan harga, kalau pun ambil untung jangan tinggi,” tegas Gustian.
Gustian juga memastikan, harga telur ayam buras tak akan mengalami kenaikan lagi. Karena harga di pasaran saat ini sudah termasuk tinggi.
“Ya saya bisa jamin, untuk harga telur tak akan naik. Karena itu permintaan saya ke distributor,” pungkas Gustian.(*)
Reporter: Yashinta

