Sabtu, 31 Januari 2026

Harga Tiket Pesawat Lebih Murah, Warga Batam Pilih Mudik Lewat Malaysia dan Singapura

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. F.Ahmadi Sultan

batampos – Delapan hari menjelang Lebaran, tiket penerbangan domestik dari Batam ke beberapa kota tujuan seperti Padang dan Pekanbaru sudah habis terjual. Kondisi ini membuat sejumlah warga mencari alternatif, salah satunya dengan berangkat melalui Malaysia dan Singapura. Selain ketersediaan tiket yang masih ada, harga juga relatif lebih murah.

Trisna, warga Batam Center, hampir saja tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Ia sudah berusaha mencari tiket sejak H-8 Lebaran, tetapi semua penerbangan ke Padang dari Batam sudah penuh.

“Untuk tiket domestik Batam-Padang dan Batam-Pekanbaru sudah habis. H-8 saja sudah tidak ada tiket lagi,” ujarnya.

Awalnya, Trisna berharap maskapai akan menambah penerbangan ekstra menjelang Lebaran. Namun, hingga kemarin belum ada tanda-tanda penambahan penerbangan dari pihak maskapai.

Baca Juga: 226.844 Pemudik Gunakan Kapal PELNI, Ruas Batam-Belawan Terpadat

“Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda extra flight. Semua kosong, baik di agen perjalanan maupun aplikasi penjualan tiket online,” tambahnya.

Setelah mencari alternatif, Trisna akhirnya mendapatkan tiket dari Kuala Lumpur ke Padang dengan harga Rp 800 ribuan untuk keberangkatan 28 Maret 2025. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tiket Batam-Padang yang sebelumnya mencapai hampir Rp 1,5 juta.

“Dapat tiket dari Kuala Lumpur ke Padang seharga Rp 800 ribu. Lebih murah dibanding Batam-Padang yang waktu itu hampir Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 575 ribu untuk tiket pesawat pulang-pergi Batam-Kuala Lumpur, ia tetap memilih jalur ini karena total biaya masih lebih hemat dibanding tiket langsung dari Batam ke Padang.

“Lebih murah juga, meskipun agak capek. Yang penting bisa pulang kampung,” pungkasnya.

Sementara itu, Anton, warga Batam yang hendak ke Jambi heran kenapa tiket domestik begitu cepat habis. Padahal harga tiket juga melonjak tinggi.

“Bingungnya kenapa tiket domestik habis, padahal jumlah maskapai di Indonesia banyak,” imbuhnya.

Baca Juga: Malaysia dan Singapura Mendapat Limpahan Arus Mudik Lebaran dari Batam

Ia juga heran, kenapa harga tiket domestik Indonesia lebih tinggi dibanding dari Luar negeri. Dimana dari luarnegeri, ia bisa mendapatkan tiket Rp 600 ribuan.

“Kalau dari Malaysia, bisa dapat Rp 600 ribuan. Begitu juga dari Singapura. Nah kalau dari Batam tiket pasti lebih mahal dan habis,” imbuhnya.

Demikian juga diungkapkan Ahmadi, warga Batam Centre. Dalam beberapa tahun terakhir ia memilih mudik ke luar Batam via luar negeri. Bukan hanya ke Jawa tetapi juga ke Sulawesi. Tentunya lewat Malaysia dan Singapura. Harganya jauh lebih murah.

“Saya cek tiket pesawat Batam-Jakarta misalnya, harganya hampir Rp 10 jutaan. Nah dari Malaysia masih ada dan harganya hanya sekitar 800 ribu,” ujarnya.

“Bahkan tahu lalu, ketika saya mudik ke Sulawesi lebih hemat hampir 2 juta,” tambahnya

Antonio, warga Lubukbaja, juga mengungkapkan bahwa tiket pesawat dari Johor Bahru dan Kuala Lumpur ke Jakarta masih lebih terjangkau dibandingkan tiket penerbangan langsung dari Batam.

“Johor–Jakarta mulai dari Rp 880 ribuan, sementara Kuala Lumpur–Jakarta mulai dari Rp 650 ribu. Sementara penerbangan langsung Batam–Jakarta saja sudah di atas Rp 1,3 jutaan, belum lagi yang transit,” ujarnya, Minggu (23/3).

Bagas, warga Batam lainnya, juga memutuskan mudik Lebaran 2025 melalui Malaysia. Ia mengaku dapat menghemat hingga Rp 700 ribu per orang untuk keluarganya yang berjumlah lima orang.

“Kalau ditotal, bisa hemat sekitar Rp 3,5 juta. Biaya perjalanan melalui Malaysia ke Jakarta jauh lebih murah dibandingkan langsung dari Hang Nadim. Selain lebih hemat, kita juga bisa jalan-jalan ke luar negeri sebelum Lebaran,” ujarnya.

Bagas menilai harga tiket penerbangan domestik yang lebih mahal dibandingkan tiket dari luar negeri sangat tidak masuk akal. Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan dan mencari solusi agar harga tiket domestik lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah. Masak iya penerbangan dalam negeri lebih mahal dibanding dari luar negeri? Padahal jaraknya hampir sama, bahkan lebih jauh dari Malaysia, tapi harga tiketnya bisa lebih murah,” tegasnya. (*)

 

 

Reporter: Alfian Lumban Gaol, Yashinta, Rengga Yuliandra

Update