Minggu, 18 Januari 2026

Hari Kedua Pencarian Pemancing Hilang di Belakangpadang, Cuaca Hujan Jadi Kendala

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Willy Pakpahan, 28, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan sekitar Pulau Belakangpadang.

batampos – Memasuki hari kedua, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Willy Pakpahan, 28, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan sekitar Pulau Belakangpadang, Batam, Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Cuaca hujan yang melanda wilayah tersebut sejak pagi hari menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Cuaca pagi ini turun hujan, sehingga untuk sementara kami fokuskan penyisiran di pulau-pulau sekitar Belakangpadang,” ujar Kepala Basarnas Kepri, Fazzli melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius, Senin (7/4).

Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam yang terdiri dari lima personel dikerahkan dalam pencarian ini. Mereka menggunakan armada RIB 03 Batam dan didukung dengan sejumlah peralatan modern, antara lain satu set drone thermal, satu unit Aquaeye (alat pendeteksi bawah air), alat komunikasi, tas penolong (responder bag), serta perlengkapan evakuasi lainnya.

Baca Juga: Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang, Basarnas Lakukan Pencarian

Selain dari Basarnas, unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Polairud Polda Kepri, serta dukungan dari masyarakat setempat. Tim bergerak menyisir area-area yang diperkirakan sebagai lokasi jatuhnya korban, dengan mempertimbangkan arus laut dan kemungkinan terbawanya korban oleh gelombang.

“Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal, dengan harapan korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tegas Dedius.

Sebelumnya, seorang pria bernama Willy Pakpahan, 28, warga Lubuk Baja, Kota Batam, dilaporkan hilang usai terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan Pulau Belakangpadang. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian, Minggu (6/4).

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi hilangnya korban dari kakak kandung korban, Kety, pada Minggu (6)4) pukul 07.13 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban pergi memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun keesokan harinya, Kamis (3/4), sekitar pukul 08.00 WIB, seorang teman korban datang ke rumah dan menyerahkan handphone milik korban sembari mengabarkan bahwa korban jatuh dari perahu saat memancing di perairan sekitar Belakangpadang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update