Jumat, 16 Januari 2026

Hibah Lahan Masjid di Central Hills Tak Jelas, Warga Ajukan RDP ke DPRD Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Beberapa warga Perum Central Hills, saat rapat di Dinas Perkimtan Batam, membahas pembangunan masjid. (Foto: Ketua Pembangunan Masjid Perumahan Central Hills. (F.Harianto untuk Batam Pos)

batampos – Persoalan hibah lahan untuk pembangunan masjid di Perumahan Central Hills, Batamcenter, masih belum menemukan kejelasan. Warga akan membawa masalah ini dalam RDP di DPRD Batam.

Ketua Pembangunan Masjid di kawasan itu, Harianto, mengatakan status lahan tersebut masih menggantung meski berbagai pertemuan telah dilakukan antara pihak terkait.

“Kemarin ada rapat di Pemko Batam, tetapi kami tidak diundang. Hanya ada pihak Central Group, pemilik lahan PT MGL, Pemko Batam, dan BP Batam. Kami tidak tahu sepenuhnya apa yang dibahas,” katanya, Senin (10/2).

Baca Juga: Permintaan E-KTP di Batam Capai 500 Per Hari, Disdukcapil Ajukan 15 Ribu Blangko ke Pusat

Merasa perlu ada klarifikasi terkait data yang dinilai keliru, Harianto mengajukan surat permohonan RDP ke DPRD Batam. Ia menilai data luasan lahan dan side plan yang ditampilkan oleh BP Batam serta Pemko Batam tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Menurut kami, side plan ada yang keliru dan ada lahan yang hilang di lapangan. Kami ingin BP Batam dan Pemko Batam turun langsung menghitung ulang lahan tersebut,” kata dia.

Warga setempat berharap, keterlibatan DPRD Batam dapat mengawal dan menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Sebelumnya, Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, turut menanggapi polemik ini. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan pengembang dalam memenuhi ketentuan penyediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan perumahan.

“Kawasan pembangunan itu harus ada fasum dan fasosnya. Itu ada ketentuan persentase tertentu,” katanya.

Baca Juga: Awal Tahun, 2.301 Pencari Kerja Urus Kartu Kuning di Disnaker Batam

Ia menyampaikan harapan agar pembangunan masjid di Central Hills dapat segera direalisasikan, mengingat kebutuhan warga yang mendesak, terlebih menjelang bulan Ramadan.

“Kami sudah berbicara dengan Daeng (Harianto). Kalau dimungkinkan, harapan kita ada rumah ibadah di situ karena proporsi penghuninya memang dominan umat Islam dan sebentar lagi mau puasa,” ujarnya.

Selama pengembang menjalankan pembangunan sesuai dengan side plan yang telah ditetapkan, lanjutnya, persoalan ini dapat diselesaikan. “Kalau itu dilakukan, InsyaAllah tidak ada problem,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Update