Minggu, 25 Januari 2026

Hijaukan Waduk Duriangkang, BP Batam Dukung Penanaman 1.000 Pohon Mahoni

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kegiatan penanaman 1.000 pohon di waduk Duriangkang. f.BP Batam untuk Batam Pos

batampos– Upaya menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan sumber daya air kembali digaungkan BP Batam. Minggu (27/7) pagi, otorita bersama Keluarga Besar Banjarnahor Kota Batam menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mahoni di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.

Kegiatan bertajuk “Hijaukan Bumi, Lestarikan Lingkungan” itu menjadi bentuk kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di area yang menjadi tumpuan utama penyediaan air baku untuk kota Batam.
Aksi ini mendapat dukungan penuh dari BP Batam yang diwakili oleh Anggota Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Ia menyampaikan apresiasi kepada komunitas Banjarnahor atas inisiatif yang dianggap sejalan dengan semangat pelestarian ekosistem kota industri tersebut.
“Gencarnya pembangunan harus seimbang dengan upaya pelestarian alam. Aksi ini bukan sekadar simbol, melainkan investasi nyata bagi generasi mendatang untuk menjaga kelestarian kota Batam,” katanya.
BP Batam senantiasa mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga keseimbangan lingkungan, utamanya kawasan yang menyokong keberlangsungan hidup seperti waduk dan DTA.
Waduk Duriangkang sendiri merupakan waduk terbesar di Batam. Dengan luas DTA mencapai 7.259,10 hektare, waduk ini menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan air bersih bagi warga Batam.
“Gerakan ini penting untuk terus kita galakkan agar kualitas air baku di Batam tetap terjaga. Karena kita tahu, Batam tidak memiliki sungai besar, sehingga seluruh sumber air bakunya bergantung pada tadah hujan yang dikumpulkan di tujuh waduk,” ujar Tuty.
Ketujuh waduk yang dimaksud yakni Waduk Sei Ladi, Sei Harapan, Muka Kuning, Tembesi, Monggak, Nongsa, dan Duriangkang. Semua waduk ini memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan dan pertumbuhan kota Batam.
Ketua Umum Keluarga Besar Banjarnahor Batam, Ridon Marbun, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari ruang hidup bersama.
“Kami keluarga besar Banjarnahor Kota Batam mengucapkan terima kasih kepada BP Batam atas dukungan dan kebersamaan dalam kegiatan ini. Semoga langkah ini memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas,” kata dia.
Selain BP Batam dan komunitas Banjarnahor, aksi ini juga didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sei Jang Duriangkang. Sekitar 200 peserta turut terlibat dalam aksi ini, yang terdiri dari pegawai BP Batam, relawan, serta anggota komunitas.
Pohon mahoni dipilih karena kemampuannya dalam menyerap karbon dan menjaga kestabilan tanah, sekaligus memberi manfaat jangka panjang terhadap kualitas udara dan ekosistem kawasan sekitar.
Kegiatan penanaman berlangsung dalam suasana kebersamaan dan semangat gotong royong. Setelah penanaman, peserta juga diberikan edukasi tentang pentingnya konservasi hutan dan air sebagai bagian dari sistem pendukung kehidupan. (*)
Reporter: Arjuna

Update