Senin, 12 Januari 2026

Hipertensi Penyakit Paling Banyak di Puskesmas Tanjunguncang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
UPTD Puskesmas Tanjunguncang di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – UPTD Puskesmas Tanjunguncang di Batuaji merilis laporan bulanan mengenai 10 penyakit terbanyak yang ditangani sejak Januari hingga April 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Hipertensi Heart Disease menempati posisi pertama dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak 518 kasus.

Data tersebut tercantum dalam laporan resmi Puskes untuk memberikan informasi terkini mengenai tren penyakit di wilayah kerja Puskesmas.

Hipertensi Heart Disease menjadi penyakit yang paling banyak diderita, terdiri dari 237 laki-laki dan 281 perempuan. Kondisi ini menandakan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan pengendalian tekanan darah.

Di posisi kedua, terdapat Dyspepsia atau gangguan pencernaan (K30) dengan 185 kasus, hampir seimbang antara pasien laki-laki sebanyak 94 orang dan perempuan sebanyak 91 orang. Menyusul di peringkat ketiga adalah Nasofaring Akut dengan 148 kasus, sedikit lebih banyak diderita oleh laki-laki.

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang tercatat berada di urutan keempat dengan 100 kasus. Sementara itu, Hipertensi biasa menempati posisi kelima dengan 97 kasus, menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi secara umum masih menjadi masalah besar di masyarakat.

Kasus obesitas menempati peringkat keenam dengan 84 kasus, seimbang antara laki-laki dan perempuan. Di posisi ketujuh, tercatat kasus muntah berlebihan dalam kehamilan sebanyak 66 kasus, seluruhnya dialami oleh perempuan.

Diabetes Mellitus masuk dalam daftar pada urutan kedelapan dengan 55 kasus. Ini menegaskan bahwa penyakit tidak menular seperti diabetes tetap menjadi tantangan serius bagi sektor kesehatan primer.

Penyakit pencernaan seperti diare dan gastroenteritis serta gastroenteritis dan kolitis juga masuk dalam daftar 10 besar. Masing-masing mencatat 52 dan 45 kasus, menandakan perlunya peningkatan higienitas dan edukasi gizi di masyarakat.

Menanggapi ini, Kepala Puskesmas Tanjunguncang, drg. Nur’aini, menyampaikan bahwa tren penyakit ini menjadi alarm penting bagi semua pihak. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, rutin melakukan pemeriksaan, serta menjaga pola makan dan aktivitas fisik. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” tegasnya.

Dengan adanya laporan ini, pihak Puskesmas berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala-gejala penyakit yang umum terjadi serta meningkatkan pola hidup sehat. Pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat program pencegahan dan deteksi dini guna menekan angka kejadian penyakit di masa mendatang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update