Senin, 16 Februari 2026

Hujan, Banjir masih Ada Dimana mana

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah kendaraan berusaha melewati banjir yang menggenangi jalan Raja Isa Batamcenter, Sabtu (30/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos -Hujan yang turun di sejumlah wilayah di Kota Batam masih menimbulkan banjir atau genangan di beberapa ruas jalan. Bayang-bayang banjir masih menjadi momok bagi warga Batam di tengah massifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kota Batam.

Pantauan di Simpang Helm, pengendara terlihat berhati- hati mengendarai kendaraan mereka. Genangan air ini menyulitkan pengendara yang melewati, dan melintas seperti di salah satu titik banjir di Simpang Helm, Batamcenter.

“Kalau hujan sudah terendam,” kata salah seorang pengendara yang melintas di jalan tersebut. Air cukup membuat pengendara kesulitan. Genangan setinggi lutut orang dewasa ini membuat pengendara kesulitan.

BACA JUGA: Ini Cara Pemko Batam Mengatasi Banjir


Genangan air juga terjadi di ruas jalan Ahmad Yani atau di dekat pengerjaan pelebaran jalan dari Kampus Politeknik Batam menuju lampu merah perkantoran Pemko Batam.

Hujan yang terjadi menyebabkan genangan yang meluas ke jalan raya. Hal ini disebabkan karena pengerjaan drainase yang belum tuntas. Sehingga aliran air tidak lancar, dan meluap ke jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar menjelaskan beberapa persoalan mengatasi banjir belum bisa teratasi secara keseluruhan.

Untuk penanganan banjir di simpang helm, Dinas BMSDA secara rutin melakukan normalisasi saluran sepanjang depan Kawasan eksekutif park sampai saluran di samping Orchard.

Suhar menjelaskan, kondisi banjir di Simpang Helm terjadi ketika hujan dengan intensitas yang tinggi, dan durasi yang cukup lama, serta bersamaan terjadi pasang air laut.

Genangan ini disebabkan karena dimensi saluran yang ada tidak mampu menampung lagi debit air.

“Makanya saat ini kami Mulai melalukan kajian penanganan banjir dengan menggunakan polder yang dilengkapi dengan pompa air,” ungkapnya.

Penerapan teknologi pompa air ini menjadi solusi yang akan diterapkan oleh Pemko Batam dalam menuntaskan persoalan banjir ke depannya.

BACA JUGA: Hujan Sebentar Jalan Marina City dan Brigjen Katamso Terendam Banjir

“Kami coba di titik prioritas dulu, sebab pengadaan pompa dengan teknologi pendukung tidak murah. Satu titik banjir mungkin butuh biaya Rp20 miliar. Sehingga tidak bisa diterapkan di semua titik banjir,” sebutnya.

Persoalan banjir di Batam masih disebabkan oleh penataan aliran air atau drainase. Beberapa kendala di sejumlah titik adalah, kesulitan melakukan perluasan drainase karena keterbatasan lahan untuk memperluas drainase.

“Memang hujan sebentar langsung ada genangan. Namun surutnya juga cepat. Kendati demikian tetap jadi prioritas penuntasan banjir di Batam ini,” kata dia, Sabtu (30/9).

Menjelang akhir tahun ini memang sudah cenderung hujan melanda Batam. Untuk itu, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan saat ini adalah normalisasi, dan melakukan pelebaran drainase menuju ke laut.

“Kendala masih sama. Sejak dari hulu hingga hilir kami upayakan akan tuntas. Upaya meminimalisir itu ada, dan sudah berjalan. 10 unit alat berat juga berada di lapangan,” sebutnya.

Pemko Batam saat ini masih memiliki tugas untuk menyelesaikan 20 titik banjir yang masih ada. Untuk itu, diperlukan dukungan semua pihak, termasuk mitra kerja di DPRD Batam.

“Mungkin harus komitmen bersama. Jika banjir sudah masuk skala prioritas, maka harus diterapkan teknologi ini. Agar titik banjir bisa dikurangi,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Yulitavia

Update