Rabu, 14 Januari 2026

Hujan di Batuaji, Sagulung dan Marina, Banjir Ganggu Aktivitas Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengendara menerobos genangan air di jalan akibat hujan. f.eusebius sara

batampos– Hujan deras yang mengguyur wilayah Batam pada Rabu (9/4) siang menyebabkan banjir di sejumlah titik, terutama di kawasan Batuaji dan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Banjir ini tak hanya merendam jalan raya, tetapi juga menyusup ke pemukiman warga, membuat aktivitas harian masyarakat terganggu.

Pantauan di lapangan menunjukkan titik banjir paling parah terjadi di ruas Jalan R. Suprapto, tepatnya di kawasan simpang Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batuaji. Air menggenangi seluruh ruas jalan dua jalur ini, membuat pengendara kesulitan melintas. Panjang ruas jalan yang terendam banjir mencapai setengah kilometer, mulai dari depan Perumahan Buana Raya hingga ke simpang TMP atau simpang Aviari.

Saking derasnya genangan, air di Simpang Tiga Aviari sudah menyatu dengan median jalan. Drainase yang ada tidak lagi terlihat fungsinya, karena seluruh permukaan jalan digenangi air. Pengendara terpaksa melaju perlahan, sementara pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraan mereka agar tak mogok.

BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian Pemancing Hilang di Belakangpadang, Cuaca Hujan Jadi Kendala

Beberapa sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mengalami mogok. Situasi ini semakin memperparah kemacetan lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut. Warga sekitar, Indra, mengungkapkan kekesalannya atas kondisi ini yang menurutnya selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur daerah Batuaji.

“Parah betul memang lokasi ini. Setiap hujan pasti banjir. Drainase memang lebar tapi tidak berfungsi normal. Lihat saja, air tak bisa keluar kemana-mana dan akhirnya naik ke jalan,” ujar Indra di lokasi kejadian.

Menurut warga, titik banjir ini merupakan jalur utama aliran air dari wilayah Batuaji menuju Sagulung, untuk selanjutnya bermuara ke perairan Sagulung. Namun, sistem drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan air tersumbat, menjadikan persimpangan ini sebagai titik rawan banjir setiap musim hujan.

Warga lainnya, Ardi, berharap pemerintah segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan Batuaji dan Sagulung. Menurutnya, penanganan yang parsial hanya akan memperpanjang persoalan karena aliran air tidak bisa lancar dari hulu ke hilir.

“Kalau Batuaji saja yang dibenahi, dan Sagulung bermasalah, ya sama saja. Air tetap tak bisa mengalir juga,” kata Ardi menambahkan.

Selain Batuaji, kawasan Marina juga mengalami hal serupa. Jalan Raya Marina City dan sejumlah pemukiman di sekitarnya ikut terendam banjir. Tak hanya membuat kendaraan sulit melintas, warga yang tinggal di pemukiman pun harus berjibaku menjaga rumah mereka dari genangan air.

Warga berharap agar permasalahan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat banjir telah menjadi langganan tahunan yang selalu menyulitkan aktivitas masyarakat dan merusak infrastruktur jalan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update