
batampos – Hutan di sepanjang jalan dari Bundaran Bandara Hang Nadim hingga Bundaran Punggur, tepatnya di sisi kiri Jalan Hang Tuah, kini sudah terlihat gundul. Kawasan yang dulunya hijau dan rimbun itu berubah menjadi hamparan tanah merah yang gersang, diduga kuat terdampak hutan tersebut sudah dialokasikan.
Pantauan Batam Pos, Senin (7/7), pohon-pohon besar yang sebelumnya rimbun sepanjang jalan tersebut telah habis dibabat. Sebagian lahan kini terbuka lebar, bahkan beberapa alat berat terlihat masih beroperasi di lokasi.
Proses penebangan hutan ini disebut telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada papan proyek atau penjelasan resmi mengenai kegiatan tersebut, meskipun pekerjaan tampak terus berjalan.
Yang menjadi sorotan, kawasan hutan yang dibabat itu diduga merupakan bagian dari area hutan lindung. Hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai legalitas pengerjaan dan dampak lingkungannya.
“Dulu jalan ini teduh karena kanan kirinya masih hutan. Sekarang panas dan berdebu. Kalau memang kawasan lindung, seharusnya dijaga,” ujar Herman, pengendara yang saban hari melintasi jalur tersebut.
Tanah merah yang terbuka tanpa tutupan vegetasi kini rentan terbawa angin dan hujan. Warga mengeluhkan debu yang beterbangan serta risiko longsor saat musim hujan tiba. Di beberapa titik, bekas akar dan sisa batang pohon masih terlihat berserakan.
Sementara Biro Umum BP Batam, Topan belum bisa memberi informasi terkait hal tersebut. “Saya cari informasi lebih dulu,” tegasnya.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait soal status lahan tersebut. Apakah masuk dalam proyek strategis atau telah melalui proses perubahan status kawasan hutan, juga belum diketahui.
Aktivitas pembangunan di kawasan hutan lindung membutuhkan izin khusus dan harus melalui kajian dampak lingkungan (AMDAL). Jika tidak, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum. (*)
Reporter: Yashinta



