
batampos – Tingkat inflasi Kota Batam pada November 2024 tercatat mencapai 2,04 persen secara year-on-year (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 1,55 persen. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian melalui pertemuan daring, Selasa (3/12).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, dalam rapat tersebut.
Menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam yang dirilis pada 3 Desember 2024, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam naik dari 104,84 pada November 2023 menjadi 106,98 pada November 2024.
Baca Juga: Jumlah Wisman ke Batam Oktober 2024 Turun 4,08 Persen, TPK Hotel Naik 1,60 Poin
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,22 persen, sementara tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sejajar dengan nasional, yaitu 1,55 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Batam, memberikan andil sebesar 0,31 persen pada November 2024. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain beras (0,11 persen) , daging ayam ras (0,11 persen) , tomat (0,10 persen) minyak goreng (0,07 persen) bawang merah dan bawang putih (masing-masing 0,07 persen dan 0,03 persen)
Selain itu, harga anggur, ikan kembung, brokoli, dan telur ayam ras juga turut memberikan sumbangan kecil terhadap inflasi.
Namun, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi, seperti cabai merah (-0,49 persen), cabai rawit (-0,15 persen), dan sayuran seperti kangkung, bayam, serta sawi hijau, masing-masing memberikan kontribusi deflasi kecil sebesar -0,02 persen.
Untuk menekan laju inflasi, Pemerintah Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memonitor harga-harga komoditas di pasar setiap bulan.
“Kami rutin melakukan monitoring terhadap harga pasar dan komoditas yang mengalami kenaikan. Hasil pemantauan ini dilaporkan secara berkala ke Kementerian Dalam Negeri untuk evaluasi dan tindak lanjut,” ujar Jefridin.
Baca Juga: 722 Kasus DBD selama Januari-Desember 2024, 13 Orang Meninggal
Secara nasional, data BPS menunjukkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi kontributor utama inflasi di delapan dari sepuluh daerah yang terpantau.
Kenaikan harga di kelompok ini memberikan andil sebesar 0,22 persen terhadap inflasi nasional.
Pemerintah Kota Batam berharap dengan pemantauan yang intensif dan koordinasi lintas sektor, kenaikan harga dapat dikendalikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global maupun domestik,” kata dia.(*)
Reporter: Azis Maulana



