
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) tahun 2021. Dari hasil tersebut, terdapat 10 provinsi di Indonesia dengan indeks kebahagiaan paling tinggi.
Mengutip laman resmi BPS, provinsi paling bahagia di Indonesia adalah Maluku Utara dengan skor 76,34. Peringkat dua ada Kalimantan Utara dengan skor 76,33 dan posisi ketiga Maluku dengan skor 76,28.
Sementara untuk provinsi dengan Indeks Kebahagiaan 2021 paling rendah di Indonesia ialah Banten dengan 68,08. Selanjutnya ada Bengkulu dengan skor 69,74 dan Papua dengan skor 69,87.
Lantas bagaimana dengan Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga berada di posisi 10 besar provinsi paling bahagia atau tepatnya berada di posisi enam besar. Provinsi Kepri mendulang skor 74,78 atau berada di bawah Sulawesi Utara 74,96 dan Jambi skor 75,17.
Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto mengatakan, Indeks Kebahagiaan Penduduk adalah hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS setiap 3 tahun sekali. Indeks Kebahagiaan 2021 diukur menggunakan tiga dimensi, yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).
“SPTK ini dilakukan di seluruh Indonesia. Provinsi Kepri pada tahun 2021 ini berada di posisi keenam,” ujar Rahmad, Minggu (25/9).
Dilanjutnya, dalam pengukuran tingkat kebahagiaan itu ada 3 dimensi yang diukur yakni kepuasan hidup, afeksi atau dimensi keperasaan dan makna hidup. Kepuasaan hidup merupakan evaluasi terhadap kondisi objektif 10 domain kehidupan yang esensial yang dialami penduduk.
Lalu afeksi, merupakan ukuran evaluasi atau pengalaman terkait perasaan dalam kehidupan secara keseluruhan dan makna hidup merupakan konsep dalam good psychological fuctioning dalam ranah psikologi positif yang menggambarkan kebermaknaan hidup yang melebihi diri seseorang.
“Nah penjelasannya masing-masing indikator itu adalah kalau kepuasaan hidup itu kita secara personal akan menghitung tingkat pendidikan dan keterampilan warga masyarakat, kemudian pekerjaan, kepuasan hidup lain bagimana pendapatan rumah tangga, indikator kesehatan dan indikator rumah dan fasilitas rumah ini secara personal kita data,” ujar Rahmad.
Kemudian dimensi kepuasan hidup secara sosial itu dihitung indeks keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial dengan lingkungan atau tetangga kemudian keadaan lingkungan dan juga kondisi keamanan lingkungan. Sedangkan dimensi kedua dimensi perasaan atau afeksi itu kita menghitung bagaimana perasaan seseorang, perasaan senang, riang dan gembira atau kah perasaan khawatir, cemas atau perasan tertekan atau tidak tertekan dan sebagainya.
Kemudian dimensi ketiga adalah dimensi makna hidup itu mengukur dengan bagimana penerimaan diri, bagaimana tujuan hidupnya, bagaimana hubungan positif dengan orang lain, kemudian bagaimana pengembangan diri, penguasaan terhadap lingkungan dan juga kemandiriannya.
“Ukuran-ujuran dimensi yang kami rinci menjadi beberapa indikator ini itulah yang kemudian kami satukan menjadi suatu ukuran kebahagian penduduk dan Kepri menjadi peringkat nomor 6 di tahun 2021,” pungkas Rahmad.
Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus menambahkan, Indeks Dimensi Kepuasan Hidup di seluruh provinsi mengalami peningkatan terbesar di Kalimantan Utara yakni 7,81 poin dan peningkatan terendah di Sumatera Barat yakni 2,22 poin. Dilanjutnya, seluruh penduduk Indonesia ternyata cenderung memiliki indeks sibdimensi kepuasan hidup sosial yang lebih tinggi dibanding subdimensi kepuasan hidup personal.
Sementara itu kata Darwis, indeks dimensi perasaan mengalami penurunan di sebagian besar provinsi. Penurunan terbanyak di Banten yakni 7,19 poin. Sedangkan di empat provinsi mengalami peningkatan dan peningkatan terbesar di Jambi 4,95 poin. “Terkahir indeks dimensi makna hidup sebagian besar provinsi di Indonesia mengalami peningkatan yang terbesar di Sulawesi Barat 3,86 poin dan 9 provinsi mengalami penurunan. Penurunan terbesar di Bengkulu yakni 2,47 poin. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



