Jumat, 16 Januari 2026

Ini Penjelasan PLN Batam Terkait Pemadaman Listrik di Kawasan Industri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dan jajaran melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan mengenai perihal pemadaman listrik bergilir di beberapa kawasan industri. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN Batam di kawasan industri Kota Batam dikarenakan satu unit PLTU Tanjungkasam sedang dilakukan perbaikan dan PLTGU Panaran yang masih dalam tahap pengetesan setelah dilakukan pemeliharaan.

Hal ini diketahui saat Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, melakukan pertemuan dengan PLN Batam pada Senin (15/5/2023) lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima Batam Pos dari BP Batam, pada pertemuan tersebut, PLN Batam menyebutkan adanya kenaikan suhu udara di Kepulauan Riau, terutama di Batam pada minggu-minggu sebelumnya, mengakibatkan lonjakan pemakaian listrik hingga di luar kemampuan rata-rata pembangkit listrik Batam.

Baca Juga: PLN Batam Menggesa Perbaikan dan Akan Menambah Kapasitas Pembangkit

“Karena kekurangan daya, kami mengimbau dan meminta bantuan kepada pelanggan industri dan bisnis dengan Captive Power untuk mengoperasikan genset sendiri,” ujar Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra pada pertemuan tersebut.

Pada pertemuan itu, Irwansyah, menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, saat ini pihaknya sedang membangun pembangkit sewa sebesar 75 MW yang akan masuk secara bertahap 25 MW pada awal bulan Juli 2023 dan 50 MW pada bulan September 2023 mendatang.

“Serta merelokasikan pembangkit dari Sumatera dengan kapasitas 50 – 75 MW,” lanjutnya.

Baca Juga: PLN Batam Siap Salurkan Listrik 42 MWp dari Sumber EBT

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, sebagai badan pengelola investasi di Kota Batam, BP Batam meminta agar PT PLN Batam segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak dari kondisi tersebut.

Sesuai arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, seluruh infrastruktur pendukung investasi harus difasilitasi semaksimal mungkin untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya di Kota Batam.

“Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan mengundang beberapa kawasan industri yang menerapkan Captive Power untuk berdiskusi dan meningkatkan sinergi, sembari PT PLN Batam memulihkan kembali daya listriknya,” jelas Purwiyanto.

Baca Juga: PLN Batam Tekankan Penerapan Budaya K3 Ketenagalistrikan

Sebagai tindak lanjut, BP Batam juga akan melaporkan keluhan tersebut ke Dewan Pengawas BP Batam.

Purwiyanto juga mengatakan BP Batam berkomitmen untuk mendukung penuh dan mendorong percepatan perbaikan pasokan listrik di kawasan industri yang terdampak, dan meminimalisir kemungkinan terjadinya hal serupa di masa depan.(*)

Update