Selasa, 13 Januari 2026

Instruksi Menteri Keuangan, Bea Cukai Batam Periksa Fisik Barang Impor di Pelabuhan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Kantor Bea Cukai Batam Zaky Firmansyah di Batam. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

batampos – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan pemeriksaan fisik barang-barang impor pada jalur hijau di pelabuhan secara terbatas. Keputusan ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Informasi yang didapatkan, Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Batuampar pada Selasa (30/9). Pemeriksaan dipimpin langsung Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah.

Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavia membenarkan adanya pemeriksaan barang-barang impor di Pelabuhan Batuampar tersebut.

“Kegiatannya pemeriksaan bersama dan prosedur normal,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Batam Mulai Persiapkan Transisi ke Kementerian Haji

Evi menjelaskan pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus barang. Sekaligus melihat kesigapan pegawai Bea Cukai Batam dalam melayani pemeriksaan barang.

“Jadi hanya spot check prosedur saja. Bukan tegahan,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (Kabid P2) BC Batam, Muhtadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan analisa dan strategi intiligent untuk mengatasi lonjakan penyelundupan pada akhir tahun.

“Akhir tahun kita sudah siap mengatasi (banyaknya penyelundupan) ini. Baik itu analisa, strategi inteligent dan SDM,” ujarnya.

Muhtadi mengaku pihaknya juga sudah menyebarkan satgas penyelundupan di seluruh pintu masuk. Yakni di jalur laut, darat, hingga rantai logistik barang kiriman.

“Mereka (penyelundup) pasti mencari bagaimana caranya. Ini sudah kita persiapkan,” katanya.

Baca Juga: Baru 15 Pelaku UMKM di Batam Cairkan Pinjaman Rp20 Juta Tanpa Bunga

Menurut dia, banyaknya penyelundupan akhir tahun karena banyaknya permintaan barang dari konsumen. Sehingga, pelaku mencari keuntungan besar dengan menghindari pembayaran pajak.

“Akhir tahun itu ekonomi bergerak, banyak kegiaan. Seperti permintaan barang konsumsi impor akan meningkat,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update