
batampos – Pasokan air Batam akan dapat bertambah, saat proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) selesai dibangun. Proyek ini ditargetkan rampung tahun 2024.
IPAL adalah proyek yang bertujuan mengolah air limbah domestik, mulai dari tinja, buangan air dari dapur dan cucian pakain untuk menjadi air bersih yang dikembalikan ke waduk.
IPAL dapat memproduksi pupuk organik untuk penghijauan Kota Batam. Air limbah domestik ini didapat dari kegiatan di perumahan masyarakat, perhotelan, apartemen, mall dan kegiatan jasa lainnya.
Baca Juga: Apresiasi Mitra PMA, BP Batam Hadiri HUT PT. TEC Indonesia
“Perkembangan terakhir proyek ini, tengah dilakukan finalisasi addendum pekerjaan. Insya Allah, Agustus atau September 2023 akan kembali dilanjutkan dan target selesai akhir 2024,” kata General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana.
Ruang lingkup proyek IPAL adalah mengerjakan satu unit 230 lpd, 5 stasiun pompa, 114 km sambungan pipa utama dan sekunder, pipa sambungan rumah 11 ribu. Dimana saat ini progres proyek ini telah mencapai 90,8 persen.
Ia mengatakan, progres 90,8 persen meliputi bangunan gedung IPAL di Bengkong Sadai, 5 stasiun pompa, 104 km pipa utama dan sekunder, serta sambungan rumah fase pertama 10 ribu.
Baca Juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Kepala BP Batam Dukung Pengembangan KEK Nongsa
Sedangkan, sisa pengerjaan proyek IPAL ini hanya tinggal merampungkan sisa jaringan pipa utama dan sekunder dan sambungan ke 11.000.
“Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2024 mendatang,” ujarnya.
Sistem kerja IPAL, sumber air limbah dialirkan secara gravitasi menggunakan pipa. Limbah dari tiap-tiap rumah, mengalir secara gravitasi kelima stasiun pompa untuk ditampung dan disaring dari sampah dan sedimen.
Baca Juga: NDP Dukung Langkah BP Batam Tingkatkan Nilai Investasi Daerah
Dari stasiun pompa kemudian dialirkan kembali ke IPAL Bengkong Sadai. Ada dua pipa yang disambungkan di rumah, yaitu di depan rumah (samping drainase), yang akan terpasang 10 ribu sambungan dan fase kedua adalah pipa yang disambungkan ke arah septic tank, serta dari dapur dan cucian.
Adapun untuk pipa pertama akan mengalirkan tinja (toilet), serta pipa kedua untuk mengalirkan air cucian dan kegiatan dapur. Masing-masing rumah juga akan dipasang bak kontrol.(*)
Reporter: Fiska Juanda



