Jumat, 23 Januari 2026

ISPA Merebak, Polusi Debu dan Asap Ancam Warga Marina

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk saat melintas di kawasan Marina City, Sekupang. Truk-truk itu juga menimbulkan debu pekat yang mengganggu pernapasan warga. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan di kawasan Marina City, Sekupang, kini semakin memprihatinkan. Aktivitas lalu lintas padat kendaraan proyek seperti truk pengangkut material tanah dan kontainer membuat kawasan tersebut tidak lagi sehat dan nyaman bagi pengguna jalan. Selain menyebabkan kemacetan, truk-truk itu juga menimbulkan debu pekat yang mengganggu pernapasan warga.

Rusli, warga Marina, mengaku kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, truk proyek yang melintas kerap melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan keselamatan pengendara lain. “Sekarang jalan semakin padat, truk-truk tanah itu kebut-kebutan, bikin macet di jam sibuk, dan merusak jalan. Debunya juga luar biasa, bikin sesak napas,” ujarnya, Minggu (12/10).

Kondisi jalan yang berdebu semakin diperparah dengan kebiasaan pembakaran sampah di sekitar permukiman warga. Asap pekat dari bakaran itu sering menyelimuti udara Marina, menimbulkan aroma menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat. Tak jarang, beberapa warga mengeluh mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi lingkungan yang kotor dan tercemar.

Syahrul, tokoh masyarakat Marina, menilai situasi ini perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. “Kami berharap pemerintah turun tangan. Jangan tunggu ada korban lebih banyak. Jalan sudah rusak, udara kotor, ini bukan cuma soal kenyamanan tapi soal kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang ibu dilaporkan terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah terpapar asap pembakaran sampah di kawasan Marina. Korban sempat berobat di Klinik Global Medical Center Marina sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Embung Fatimah Batam karena ruangan perawatan di klinik sudah penuh pasien dengan keluhan serupa. “Waktu itu ruang steril penuh, saya dirawat di UGD dari pagi sampai sore,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, membenarkan bahwa ISPA masih menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di Batam. Sepanjang tahun 2025, data Dinas Kesehatan mencatat lonjakan kasus signifikan pada Februari dengan total 5.343 kasus. “Anak-anak dan lansia paling rentan karena daya tahan tubuh mereka lemah. Asap pembakaran dan debu jalan memperparah risiko ini,” jelasnya.

Didi menjelaskan, asap pembakaran terbuka mengandung partikel berbahaya seperti PM₂.₅ dan PM₁₀ yang bisa masuk ke paru-paru, serta karbon monoksida yang menghambat suplai oksigen dalam darah. Pembakaran plastik juga menghasilkan dioksin dan furan, zat karsinogenik yang berpotensi memicu kanker. “Paparan jangka panjang bisa menyebabkan asma, bronkitis, bahkan penyakit jantung dan paru-paru kronis,” terangnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Marina masih dibiarkan menumpuk. Sebagian petugas terlihat membakar sampah untuk mengurangi volume, menimbulkan asap pekat yang menyebar hingga ke rumah warga. “Kalau petugas mulai bakar sampah, langsung sesak napas. Anak-anak sering batuk,” keluh Rina, warga sekitar. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar kawasan Marina kembali sehat, aman, dan nyaman bagi warganya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update