
batampos – Event bergengsi International Conference on Green Innovation (ICGI) 2023 diselenggarakan di kampus Institut Teknologi Batam (ITEBA). Event yang menjadi pusat perhatian para peniliti, akademisi, dan profesional di bidang inovasi hijau ini dilaksankan selama dua hari dan dibuka Kamis (9/11) pagi.
Event dibuka Anggota DPR RI Komisi VII yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Vitka, Asman Abnur dan disaksikan Kadis ESDM Provinsi Kepri Muh Darwis.
Asman menuturkan, event ini sangat baik untuk kemajuan inovasi di Tanah Air terutama di Kepri dan Kota Batam. Dia menjelaskan, event dan seminar yang dihadiri para peniliti, akademisi, dan profesional dari berbagai daerah di Tanah Air dan luar negeri ini bisa jadi gerbang pertukaran informasi inovasi yang bisa dipakai kedepannya.
Baca Juga: Pulau Kecil Terancam Berkurang, TGP5KI Perkuat Pengawasan di Kepri
Dia mendukung penuh agar ini jadi awal yang baik para peniliti, akademisi, dan profesional di Kepri untuk semakin berinovasi kedepannya.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Batam ini tidak lagi berorientasi lokal kita harus berorientasi internasional. Nah dalam seminar ini ada beberapa perusahaan besar yang terlihat dan kita jadikan narasumber sebagai motivasi buat mahasiswa kita bahwa masa depannya itu cerah harus melalui inovasi,” ujar Asman.
Pada kegiatan ini Asman berharap agar dimanfaatkan dengan baik untuk bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan sebab peserta yang ikut juga dari kalangan penelitian, akademisi, dan profesional dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
“Kita berharap ada konektivitas selanjutnya setelah kegiatan ini. Harus luar biasa kita dengan negara-negara lain. Level harus sama dengan mereka. Banyak perusahan yang mendukung kita,” harap Asman.
Baca Juga: Ingat Lima Anak, Suami Istri Menangis Minta Keringanan Hukuman, Pengunjung Sidang Ikut Menangis
Harapan yang sama juga disampaikan Kadis ESDM Provinsi Kepri Muh Darwis. Event yang luar biasa dalam konferensi bidang inovasi hijau ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa, akademi, dan peneliti di Kepri untuk bisa melahirkan inovasi yang baru kedepannya. Keterlibatan banyak perusahaan dalam kegiatan ini hendaknya bisa dipetik untuk inovasi selanjutnya.
“Banyak bidang yang butuh inovasi baru. Bidang energi, pertambangan bahkan ilmu pengetahuan juga masih sangat dibutuhkan. Ini yang kita harapan bisa diambil dari kegiatan yang besar ini, supaya nanti bisa menghasilan inovasi yang baru,” ujar Darwis.
Sementara panitia pelaksana acara Ansarullah Lawi menjelaskan, even ini untuk mempertemukan mahasiswa dan penelitian internasional dalam hal membahas inovasi hijau. ICGI-2023 dihadiri perwakilan institusi dan organisasi dengan dukungan antara lain: Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Nanoselulosa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Andalas (Unand), Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia (FDTI), Universiti Sains Malaysia (USM), dan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).
Event ini membawa empat subjek utama, yaitu Advanced Materials, Computer Science, Industrial & Engineering Management, dan Art & Design.
“Para peserta berkesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka dan memperoleh wawasan dari berbagai bidang penelitian yang berkaitan dengan inovasi hijau. Ini bagus karena bisa saling bertukar informasi inovasi yang dibutuhkan,” ujar Lawi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



