
batampos – BP Batam tengah menggarap proyek peningkatan kapasitas Jalan Ahmad Yani yang membentang dari Simpang Kabil hingga Simpang Batamindo. Pekerjaan ini menjadi salah satu proyek infrastruktur penting yang bertujuan mendukung kelancaran arus kendaraan dan memperkuat konektivitas antar kawasan di Kota Batam.
Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur jalan dalam rangka menunjang pertumbuhan kawasan industri dan pemukiman. Ruas jalan yang sebelumnya hanya memiliki dua lajur per arah akan ditingkatkan menjadi empat lajur di masing-masing jalur. Hal ini diharapkan pula dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk.
“Nambah dua lajur, jadi empat lajur masing-masing jalur atau arah,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Minggu (20/4).
Proyek ini dikerjakan berdasarkan kontrak nomor 01/5127.CBC.002.051.A/SPJ-FISIK/PPPK.PNBP/03/2025 dengan nilai Rp81.414.945.783,00. Pelaksanaan pekerjaan dimulai sejak 7 Maret dan direncanakan selesai pada 31 Desember 2025, atau dalam jangka waktu 300 hari kalender.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini ditangani oleh konsorsium PT Maju Bersama Jaya – PT Putra Batam Mandiri KSO sebagai kontraktor utama. Sementara itu, pengawasan atau supervisi dilakukan oleh PT Ottoman Architecture KSO PT Multi Forma Riau Konsultan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Selain masa pelaksanaan, proyek ini juga akan melalui masa pemeliharaan selama 180 hari kalender setelah pekerjaan selesai. Masa pemeliharaan ini berguna untuk memastikan hasil peningkatan jalan dapat bertahan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan industri di Kabil dan sekitarnya dengan pusat kota dan kawasan industri lainnya. Peningkatan kapasitas jalan ini dimungkinkan dapat mempermudah mobilitas kendaraan logistik dan mempercepat aktivitas distribusi barang.
BP Batam berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi kemacetan serta mendukung iklim investasi di Batam yang semakin berkembang. (*)
Reporter: Arjuna



