Minggu, 25 Januari 2026

Jalan di Marina City dan Batuaji Terancam Amblas, Warga Minta Aksi Cepat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kerusakan jalan Marina City akibat gorong gorong yang bermasalah belum diperbaiki. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan di simpang Perumahan Jupiter, Marina City, semakin mengkhawatirkan. Jalan di atas gorong-gorong yang rusak itu terus mengalami penurunan hingga membentuk cekungan besar. Hingga Jumat (19/9), belum terlihat adanya perbaikan meski kerusakan berpotensi membuat jalan amblas sewaktu-waktu.

Pantauan di lapangan, memang sudah ada penumpukan box culvert ukuran besar yang disiapkan untuk menggantikan gorong-gorong lama. Namun, pengerjaan belum dimulai. Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menegaskan pihaknya sudah menyampaikan laporan ke Pemko Batam dan BP Batam. “Box culvert sudah diturunkan, tinggal pelaksanaan di lapangan. Kami berharap segera dikerjakan karena ini sifatnya mendesak,” ujarnya.

Warga sekitar mendesak perbaikan dipercepat. Menurut mereka, selain semakin cekung, kerusakan jalan juga diperparah oleh aktivitas kendaraan berat yang hilir mudik setiap hari. Truk tanah beroda sepuluh hingga truk kontainer kerap melintas di jalur tersebut, menambah beban jalan yang kini sudah rapuh. “Tonasenya berat-berat, gorong-gorong ini rusak juga karena dilalui kendaraan besar,” keluh Ummar, warga Marina.

Selain memperparah kerusakan, kendaraan besar yang hilir mudik juga menimbulkan kemacetan pada jam sibuk. Warga menyebut kondisi ini tak lepas dari banyaknya mega proyek di Marina City maupun kawasan industri sekitarnya. “Jalan ini kecil, hanya satu jalur dua arah, sementara truk kontainer dan trailer lewat setiap hari. Wajar kalau cepat rusak,” tambah Ummar.

Selain beban jalan, warga juga menyoroti masalah lingkungan di Marina City. Proyek pembangunan wisata terpadu, perhotelan, dan fasilitas komersial dinilai mempersempit lahan resapan air. Akibatnya, kawasan itu kerap banjir setiap kali hujan deras. “Sudah jalan rusak, tambah lagi banjir. Kami merasa benar-benar waswas,” kata Yasin, warga setempat.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Batuaji, yang hingga kini menyisakan dua titik rawan longsor. Di Kampung Kibing, RT 04/09 RW 001, longsor yang terjadi sejak Januari lalu terus melebar. Rumah warga amblas, ruko rusak, dan akses jalan terputus. “Kalau hujan deras, saya dan anak pindah ke ruko. Rumah bisa habis sewaktu-waktu,” ujar Hamdan, warga Kibing.

Meski kerusakan makin parah, warga mengeluhkan belum ada penanganan darurat. Tebing yang terkikis terus mengancam rumah dan ruko. “Kami mohon ada tindakan cepat sebelum bencana besar terjadi,” kata Ahmad, warga lainnya.

Di lokasi lain, tepatnya di tanggul drainase induk Jalan R Suprapto, Batuaji, tebing juga banyak runtuh. Tembok penahan air jebol di sejumlah titik dan pohon roboh ikut memperparah kerusakan. Jika tidak segera diperbaiki, akses utama Mukakuning–Batuaji bisa terputus.

“Awalnya cuma retak kecil, sekarang hampir separuh tebing sudah ambruk. Hujan deras kemarin mempercepat kerusakan,” kata Asmin, warga sekitar. Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Suhar, sebelumnya mengakui kondisi tersebut, namun perbaikan disebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran.

Warga di Marina City maupun Batuaji kini sama-sama berharap pemerintah segera bergerak cepat. Tanpa penanganan nyata, potensi jalan amblas dan longsor besar di Batam dikhawatirkan hanya tinggal menunggu waktu. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update