
batampos – Kondisi Jalan Laksamana Bintan dari Simpang Frengki menuju Terowongan Pelita berlubang dan bergelombang. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara khususnya roda dua.
Pantauan Batam Pos, tampak jalanan di kawasan tersebut banyak yang berlubang. Hanya ada beberapa lubang besar di jalan tersebut. Namun, lubang kecil itu sangat berbahaya karena lubang cukup dalam dan tidak terlihat dari jauh.
“Sudah lama jalannya seperti ini. Jelek sekali, padahal banyak pengendara yang melintas setiap harinya,” kata salah seorang pengendara yang melintas, Ridho.
Ia menjelaskan, lubang kecil dan jalan yang bergelombang paling banyak ditemukan di jalur Simpang Gelael menuju Terowongan Pelita maupun arah sebaliknya. Kondisi itu diperparah dengan minimnya penerangan jalan di malam hari.
“Lubang itu bisa lihat sendiri dekat u turn setelah Hotel ZIA. Kemudian juga dekat u turn sebelum masuk Simpang Kuda,” bebernya.
Tidak hanya itu, tepat di Simpang Kuda, kondisinya jalan sangat bergelombang dan kondisi jalanan yang menurun.
“Sudah banyak yang jatuh disini. Apalagi kalau musim hujan, karena jalannya licin. Khususnya pengendara cewek banyak yang terjatuh di situ,” katanya.
Selanjutnya jalan bergelombang juga ditemukan di depan pintu masuk Perumahan Rosdale di jalur Simpang Gelael menuju Simpang Frengki. Kondisi jalan itu hingga saat ini masih setengah beton dan setengah aspal.
Kemudian, jalan dengan lubang yang cukup besar juga ditemukan setelah Sekolah Harapan Utama atau tepatnya di depan Kompleks Ruko Lotus Garden.
Terakhir kondisi jalan yang cukup parah juga ditemukan sebelum masuk Pasar Mitra Raya. Disana terdapat bekas pengerjaan gorong-gorong yang belum diratakan.
“Disini kalau orang jatuh sudah sering saya lihat. Apalagi kalau malam, lubang tak nampak karena tidak ada lampu jalan di jalan ini,” ujar pengendara lainnya, Ficri.
Dia menyebutkan, harusnya, pemerintah membuat lebih bagus lagi sehingga siapapun yang melintas bisa nyaman.
“Kita berharap segera diperbaiki agar lebih nyaman lagi bagi mereka yang melintas,” katanya.(*)
Reporter : Eggi Idriansyah



