Jumat, 9 Januari 2026

Jalan Rusak dan Angkot Ngetem Sebabkan Kemacetan Parah di Bawah JPO SP Plaza

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Di sini simpul kemacetan itu…..
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Kemacetan parah hampir setiap hari kini menjadi pemandangan biasa di Jalan R. Suprapto, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan SP Plaza. Jalan yang rusak parah di lokasi tersebut kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Posisi kerusakan yang tepat berada di bawah JPO membuat pengendara tidak memiliki ruang untuk menghindari jalan rusak karena terhalang tiang-tiang penyangga jembatan.

Selain itu, aksi ngetem angkot jenis Keri dan Bimbar di bawah JPO juga turut memperburuk situasi. Kendaraan umum yang berhenti sembarangan di pinggir jalan mempersempit lajur dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur yang hanya memiliki dua lajur tersebut.

Faktor lain yang memperparah kemacetan adalah proyek pelebaran jalan di Simpang Puteri Hijau yang lokasinya tidak jauh dari titik jalan rusak. Proyek ini menyebabkan penyempitan jalan karena sebagian badan jalan sedang dalam proses pengerjaan. Alhasil, kendaraan harus melambat saat melintasi lokasi tersebut, menyebabkan penumpukan arus kendaraan yang berimbas hingga ke JPO SP Plaza.

Warga mengaku sudah lelah dengan situasi ini. Suherman, warga Batuaji, mengatakan bahwa kemacetan di sana sudah menjadi rutinitas setiap pagi dan sore hari. “Pulang kerja atau saat antar anak sekolah, pasti terjebak macet di sini. Pemerintah harusnya segera turun tangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andre, warga lainnya. Ia menyebutkan bahwa perbaikan jalan dengan metode tambal sulam bukanlah solusi jangka panjang. “Tambalan itu cepat rusak lagi, lalu rusaknya malah makin melebar. Harusnya sekalian diperbaiki total seperti proyek di Puteri Hijau,” jelasnya.

Masyarakat berharap agar penanganan jalan rusak dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sementara. Mereka juga meminta agar angkot yang ngetem sembarangan ditertibkan agar tidak menambah kemacetan.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa pemerintah kota sedang mengupayakan solusi jangka panjang. Menurutnya, proyek pelebaran jalan dari Simpang Puteri Hijau telah dimulai dan akan menjangkau seluruh titik jalan rusak di sekitarnya.

“Pelebaran jalan ini memang bertahap, tapi kami pastikan mencakup semua ruas yang terdampak. Harapannya, setelah proyek rampung, arus lalu lintas di kawasan ini bisa kembali lancar,” ujar Suhar.

Sembari menunggu proyek pelebaran rampung, warga mendesak pemerintah untuk setidaknya memperbaiki jalan rusak dan menindak tegas angkot yang parkir sembarangan agar kemacetan tidak semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. (*)

 

Reporter: Eusebius

Update