Selasa, 27 Januari 2026

Jalan S Parman Berlubang dan Bergelombang, Berbahaya bagi Pengendara Motor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan S Parman, Seibeduk rusak parah, Kamis (3/2). F Dalil Harahap/batam Pos

batampos – Kondisi Jalan S Parman di Seibeduk memprihatinkan. Banyak ruas yang rusak dan bergelombang. Kondisi itu membuat pemotor kerap hilang keseimbangan.

Ini terlihat mulai dari depan kawasan industri Batamindo hingga depan kantor Kelurahan Duriangkang. Pantauan Batam Pos di lapangan, selain bergelombang, lubang juga sangat banyak terlihat di sepanjang tersebut.

Kerusakan beberapa kali diatasi dengan sistem tambal sulam sehingga badan jalan tidak rata. Lubang pada lapisan aspal ini tentunya memperburuk keadaan jalan.

Baca Juga: Warga Keluhkan Jalan Tengku Sulung yang Rusak dan Sering Macet

“Sangat tidak nyaman. Malam hari paling berbahaya karena tidak nampak itu gelombang jalan. Padahal kalau laju kita bisa melayang layang kendaraan kalau lewat jalan bergelombang ini. Ini yang sering terjadinya kecelakaan. Setiap hari selalu ada saja pemotor yang jatuh, ” ujar Ezra, warga Perumahan Bidaayu, Seibeduk, Minggu (20/8).

Saat musim hujan kondisi jalan semakin parah karena genangan air pada lubang dan menjadi jebakan bagi pengendara yang tidak teliti atau terburu-buru.

Disebutkan masyarakat di sana, penyebab utama kerusakan Jalan S Parman ini adalah kendaraan proyek. Truk yang mengangkut material tanah dengan tonase muatan yang berat memperburuk keadaan jalan.

Baca Juga: Truk Pengangkut Tanah Tanpa Penutup Bebas Beroperasi

“Sudah lama itu proyek cut and fill itu. Truk tanah hilir mudik untuk bawa tanah ke Piayu Laut. Aspal jalan semua pada kopek. Jalan jadi lubang dan bergelombang. Sudah hancur Jalan S Parman ini sejak proyek itu berjalan. Tolonglah ini diperhatikan,” ujar Syaiful, warga Seibeduk.

Selain Jalan S Parman, kerusakan serupa juga terjadi di jalan menuju Kampung Bagan atau kantor kecamatan dan Polsek Seibeduk. Masyarakat berharap keluhan ini segera ditanggapi oleh instansi pemerintah terkait. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update