
batampos – Kondisi jalan Tengku Sulung Batam kota kian memprihatinkan dan butuh perhatian Pemerintah Kota Batam. Sebab, jalan tersebut merupakan rute terpadat untuk jalur Batamkota.
Hampir setiap hari, kawasan tersebut padat dilalui kendaraan, mulai sepeda motor, mobil, truk hingga bus ukuran besar. Bahkan, arus lalu lintas jalan kerap macet karena hanya satu jalur dan berukuran kecil.
Namun sayangnya, kondisi jalan banyak yang rusak. Sejumlah lubang juga banyak terlihat mulai berukuran kecil hingga besar.
Hal itu juga menjadi penyebab, jalanan kerap macet, karena laju kendaraan, otomatis melambat di jalur tersebut.
Baca Juga: Singapura Hapus Aturan Covid-19 Mulai Besok, Belum Vaksin Boleh Masuk
Kondisi terparah dapat terlihat dari Simpang Perumahaan Marbela hingga Pasar Botania 1 Batam.
Terdapat beberapa titik lubang berukuran besar yang dapat membahayakan pengendara, terutama pengendara roda dua.
Rian, warga yang kerap melintas di jalur tersebut, mengatakan kondisi kalau tersebut sudah cukup lama terjadi. Bahkan pernah beberapa kali ditambal, namun tetap rusak.
“Pernah ditambal pakai aspal, kemudian pakai batu-batu dan pasir, tapi kembali rusak. Parah banget sih menurut saya,” ujar Rian.
Baca Juga: Ini Video Kapal Dumai Line 9 Tabrak Pulau dan Terdampar di Hutan Bakau
Menurut dia, harusnya pemerintah bisa segera memberi perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Sebab hampir setiap hari, jalan Tengku sulung padat dilalui kendaraan.
“Ini jalur padat sih, karena kan banyak juga pemukiman warga. Yang dari Nongsa juga suka lewat jalur ini, karena ramai,” terang Rian.
Hal senada diungkapkan Riki yang pernah hampir terjadi dari sepeda motor karena menabrak lubang. Kondisi lubang yang dalam membuat kendaraan nya tersentak dan oleng.
Baca Juga: Bawa Penumpang dari Batam, Dumai Line 9 Kandas di Hutan Bakau
“Alhamdulillah tak sampai jatuh, lubang nya lumayan dalam juga. Apalagi yang dekat jalan masuk plaza Botania, besar banget lubangnya,” jelas Riki.
Ia berharap jalanan tersebut bisa segera diperbaiki oleh pemerintah. Mengingat kondisi jalan tersebut yang banyak dilalui kendaraan. Apalagi keberadaan pedagang kaki lima, membuat kondisi jalan semakin sempit.
“Ada juga kondisi jurang atau parit besar tanpa adanya pembatas. Hal ini pastinya sangat membahayakan pengendara,” sebutnya.(*)
Reporter: Yashinta



