Sabtu, 31 Januari 2026

Jalan Terendam Banjir, Masyarakat Soroti Proyek Pematangan Lahan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir yang merendam jalan raya di Tanjunguncang saat hujan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Banjir yang merendam jalan raya di Tanjunguncang saat hujan, Rabu (5/3) sore, menuai keluhan dari masyarakat. Mereka menyoroti proyek pematangan lahan yang berlokasi tepat di samping jalan sebagai penyebab utama terhambatnya aliran air.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bahwa proyek tersebut menutupi lokasi resapan air dan jalur drainase alami. Bahkan, lahan ditimbun lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga saat hujan turun, air terjebak dan tidak memiliki akses keluar.

“Semua lahan mau digusur dan ditimbun, ya jadinya seperti ini. Sebelum ada proyek ini, banjir tidak separah sekarang. Air terkurung karena tidak ada lagi jalur pembuangan,” ujar Agus, seorang pekerja galangan kapal di Tanjunguncang.

Baca Juga: Hutan Bukit Daeng Dibabat untuk Pematangan Lahan, Warga Cemas Ancaman Banjir

Ia berharap pihak terkait segera turun tangan mengatasi persoalan ini karena jalan tersebut merupakan jalur ramai.

Lukman, seorang tokoh masyarakat Tanjunguncang, juga menyoroti maraknya proyek pematangan lahan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Menurutnya, harus ada tindakan tegas dari instansi pengawas agar proyek serupa tidak semakin memperburuk kondisi lingkungan sekitar.

“Proyek pematangan lahan ini perlu diawasi ketat. Jangan sampai hanya menguntungkan pihak tertentu, tapi merugikan masyarakat luas akibat dampak banjir seperti ini,” kata Lukman.

Menanggapi keluhan masyarakat, Lurah Tanjunguncang, Sutrisna, mengakui adanya persoalan banjir yang diduga terkait proyek pematangan lahan tersebut. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

“Kami sudah menyampaikan laporan ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air agar segera mengambil langkah untuk menangani persoalan ini,” ujar Sutrisna.

Banjir yang terjadi di kawasan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang harus menerjang genangan air saat melintas. Sejumlah kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air yang cukup tinggi.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera bertindak agar masalah banjir di Tanjunguncang tidak terus berulang, terutama dengan adanya proyek-proyek pembangunan yang berpotensi mengganggu sistem drainase di daerah tersebut.

Untuk sementara, warga mengusulkan agar dibuat saluran sementara guna mengalirkan air yang terjebak, sembari menunggu solusi jangka panjang dari pihak berwenang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update