
batampos – Sebanyak 225 Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 2 dilepas Kepala Kemenag Kota Batam Zulkarnain keberangkatanya dari Masjid Al-Azhar Baverly, Batam Center, menuju Asrama Haji Batam.
Diketahui Kloter 2 merupakan gabungan jamaah dari Kota Batam, Kabupaten Karimun, Lingga dan Kabupaten Anambas.
“Jamaah Kloter 2 akan kembali ke tanah air pada, Ahad (23/6) pukul 17.55 WIB,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kota Batam Syahbudi, Senin (13/5).
Baca Juga: 891 JCH Embarkasi Batam Tiba di Madinah
Sementara itu, Kepala Bidang Perbekalan Embarkasi Batam, Hamdanis menyebutkan, Maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jamaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai.
“Kami mohon jemaah tidak ada lagi membawa barang-barang tambahan seperti ransel dan tentengan yang berlebihan karena akan menyulitkan jemaah sendiri,” kata Hamdanis.
Menurutnya, untuk berat koper kabin tidak boleh melebihi batas 7 kg, sedangkan untuk koper bagasi maksimal 32 kg. “Rata-rata berat koper jemaah dari kloter 1 kemarin adalah 18 kg, alhamdulillah semuanya aman,” ucap Hamdanis.
Baca Juga: Hang Nadim Pastikan Kelancaran Keberangkatan Jamaah Haji Kloter Pertama Menuju Madinah
Hamdanis juga menegaskan jemaah haji dilarang membawa barang-barang berbahaya seperti yang mudah terbakar/meledak, aerosol dan cairan dengan volume lebih dari 100 ml, senjata api, senjata tajam, dan powerbank diatas 20.000 mAH.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Hamdanis menambahkan, seluruh koper jemaah haji Embarkasi Batam akan melalui proses X-ray di asrama haji. Menurutnya, pemeriksaan X-ray ini bertujuan untuk memastikan keamanan penerbangan.
“Proses pemeriksaan diawali dengan pengumpulan koper di gudang asrama haji, selanjutnya dilakukan X-ray, penimbangan, dan pengangkutan ke bandara oleh petugas kurang lebih 5 jam sebelum jemaah tiba di bandara,” ucapnya
Selain koper, kursi roda jemaah juga tak luput dari pemeriksaan X-ray. “Termasuk kursi roda, semua yang akan masuk bagasi pesawat, kita X-ray supaya tidak ada barang-barang berbahaya yang masuk,” pungkas Hamdanis. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



