Jumat, 16 Januari 2026

JCH Embarkasi Batam Siap Jalani Puncak Haji, Diminta Waspadai Cuaca Panas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rapat checking akhir persiapan Armuzna Embarkasi BTH yg dilaksanakan di Sektor 1 Mekkah dipimpin Kakanwil Kemenag Kepri dan Riau. Foto Zoztafia untuk Batam Pos

batampos – Menjelang puncak ibadah haji yang akan dilaksanakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah calon haji (JCH) dari Embarkasi Batam dipastikan dalam kondisi siap dan telah diberikan pembekalan menyeluruh.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, H. Zoztafia, menyampaikan bahwa seluruh kloter yang tergabung di Embarkasi Batam (BTH) telah menjalani rapat koordinasi akhir.

“Kemarin saya memimpin rapat dengan 27 kloter. Semua menyatakan siap menghadapi Armuzna. Kami juga sudah wanti-wanti kepada jemaah agar menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel karena cuaca saat ini sangat panas, berkisar antara 43 sampai 45 derajat Celsius,” kata Zoztafia yang juga tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Minggu (1/6).

Selain itu, tim PPIH juga telah melaksanakan rapat pengecekan akhir persiapan Armuzna yang digelar di Sektor 1 Makkah, dipimpin oleh Kakanwil Kemenag Kepri dan Riau.

Zoztafia memastikan kondisi jemaah secara umum dalam keadaan sehat. “Ada sebagian yang mengalami pilek, batuk, dan gangguan kesehatan ringan, namun dokter kloter selalu siap siaga. Mulai hari ini juga sudah banyak jemaah yang memilih beristirahat di hotel,” jelasnya.

Dijadwalkan, Rabu ini para jemaah akan mulai bergerak menuju Arafah, dengan pelaksanaan wukuf pada Kamis.

Sementara itu, Ketua Kloter 2 Embarkasi Batam, Erman Zaruddin Usman, juga melaporkan kondisi jemaah kloter 2 yang saat ini berada di dua hotel, yakni Hotel 130 Mihzab Al Abil dan Hotel 105 Masafi.

“Di Hotel 130 ada 387 jemaah dan 2 petugas, sementara di Hotel 105 terdapat 50 jemaah dengan 2 petugas. Alhamdulillah, kondisi jemaah secara umum sehat walafiat,” ujar Erman.

Ia menyampaikan bahwa saat ini para jemaah tengah mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Namun, seiring mendekatnya waktu keberangkatan ke Armuzna, pihaknya mengimbau agar aktivitas luar dibatasi demi menjaga stamina. “Karena 90 persen ibadah di Armuzna nanti sangat bergantung pada kondisi kesehatan,” ungkapnya.

Untuk memastikan kesiapan lokasi, tim kloter 2 juga akan melakukan pengecekan langsung ke Arafah dan Mina pada Selasa sore pukul 17.00 waktu Arab Saudi.

“Kami ingin pastikan tenda-tenda untuk jemaah sudah siap. Kemudian pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, akan ada simulasi penyambutan ke Arafah oleh Kementerian Haji Arab Saudi,” tambah Erman.

Ditambahnya, tahun ini, pergerakan jemaah menuju Armuzna dilakukan dalam bentuk kafilah, bukan lagi kloter. Skema ini dinilai lebih efektif dalam pengaturan jemaah di lapangan.

Selain itu, sebanyak 82 jemaah kloter 2 juga telah didaftarkan untuk mengikuti skema murur, yakni mekanisme pergerakan jemaah dari Arafah langsung ke Mina tanpa turun di Muzdalifah. Murur merupakan inovasi dalam manajemen pergerakan jemaah yang diperkenalkan Kementerian Agama RI untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.

“Para jemaah murur akan tetap berada di dalam bus, langsung menuju Mina setelah wukuf dan salat Magrib di Arafah,” jelas Erman.

Ia juga menambahkan, sebelumnya para jemaah telah mendapatkan lima kali pelatihan manasik haji untuk memastikan pemahaman syariat dan kesiapan spiritual. “Mohon doa dari masyarakat Indonesia, semoga seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update