Sabtu, 14 Maret 2026

Jelang Kenaikan BBM, SPBU di Batam Diserbu Masyarakat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jelang kenaikan harga BBM, warga Batam menyerbu SPBU, Rabu (31/8). F. Cecep Mulyana

batampos – Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina yang rencananya diterapkan per hari ini, 1 September 2022, seluruh SPBU di Batam diserbu warga. Hal itu dikarenakan perbedaan harga yang cukup tinggi, sebelum dan setelah kenaikan.

Serbuan pengendara terlihat di SPBU kawasan Batamcenter atau tepatnya di sebelah Kantor Pertamina Kepri. Sudah terlihat antrean kendaaraan mengular sejak pukul 16.00 WIB sampai malam. Antrean paling terlihat untuk pengisian BBM jenis roda empat.

Rudi, pengendara mobil Toyota Avanza mengaku sengaja antre karena mendapat informasi kenaikan BBM per 1 September. Ia pun sudah antre hampir setengah jam karena banyaknya kendaraan yang antre.

“Ya informasinya besok (hari ini, red) BBM naik, makanya bela-belain antre. Beda harganya jauh banget soalnya,” ujar Rudi.

Secara pribadi sebenarnya Rudi menolak keras atas kenaikan BBM. Sebab, saat ini kondisi ekonomi pasca Pandemi masih belum pulih. Apalagi sebelumnya sudah banyak kebutuhan yang naik, mulai pokok atau kebutuhan lainnya.

“Semua sudah pada naik, sekarang BBM juga yang mau naik. Jelas pribadi saya sangat menolak. Kondisi ekonomi saya pribadi juga belum pulih,” jelas Rudi.

Yang membuat miris, lanjut Rudi. Kenaikan gaji di Batam juga sangat kecil. Namun kebutuhan pokok, terutama komoditi bahan pangan juga sedang tinggi.

“Ini namanya menyusahkan masyarakat kecil. Sebab tak ada pilihan BBM yang murah lagi. Pertalite diharga Rp 10 ribu dari Rp 7800,” sebut Rudi lagi.

Hal senada juga dikatakan Anan warga Batamcenter. Ia juga sengaja antre untuk mengisi penuh BBM kendaraanya. Namun sayangnya pembeliaan BBM dibatasi.

“Saya mau isi penuh ternyata dibatasi isi cuma Rp 200 ribu. Karena banyak yang antre juga,” sebut Anan.

Anan berharap kalau informasi yang beredar di media sosial itu tak benar. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir. Apalagi kenaikannya cukup signifikan.

“Sampai saat ini berharap kalau tak benaran naik dan itu informasi hoax. Soalnya jauh banget naiknya,” imbuh Anan. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN