
batampos – Taman Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahaan Sambau, Nongsa dipadati peziarah, Rabu (22/3). Peziarah tak lain merupakan sanak keluarga atau teman dari yang dikubur di TPU tersebut.
Tradisi ziarah ke makam, kerap dilakukan sanak keluarga jelang hari-hari besar. Tak terkecuali saat memasuki bulan suci Ramadan.
Momen tradisi ziarah ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar TPU. Banyak pedagang bunga, penjual makanan dan minuman dadakan yang meraup keuntungan dari momen ziarah tersebut.
Baca Juga: BP Batam Tindak Tegas Sambungan Air Ilegal di Jodoh
Ayu, warga Nongsa mengaku sudah tiga hari berturut-turut datang ke lokasi pemakaman bersama keluarga. Selain untuk mendoakan bapaknya yang telah wafat, ziarah juga untuk membersihkan makam keluarga.
“Tak hanya puasa, hari biasa pun sering ke sini. Cuma tiga hari ini memang rutin, untuk mendoakan bapak, sambil bersih-bersih kubur,” jelas Ayu.
Dikatakan Ayu, dulunya ia malah jarang datang ke kawasan pemakaman. Namun sejak bapaknya meninggal, datang ke pemakaman jadi agenda rutin.
“Jumat kemarin katanya sudah ramai, lihat saja, pemakaman sudah pada bersih,” terang Ayu.
Selain Ayu, puluhan warga lainnya tampak membersihkan makam sanak keluarga yang telah meninggal. Rata-rata mereka membawa air dan bunga untuk disiram ke makam, sembari dibacakan doa.
Baca Juga: UU Ciptaker Disahkan, FSPMI Batam Sebut Pekerja Akan Semakin Berat Mendapatkan Kesejahteraan
“Ini momentum paling pas untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal. Agar dilapangkan kuburan dan diberi jalan terbaik menuju sisi Allah,” ujar Riki.
Dikatakan Riki, bulan puasa kali ini merupakan ke tiga kalinya ia hidup tanpa bapak. Hampir setiap bulan suci ia sengaja pulang, memberikan doa untuk bapaknya.
“Pas libur juga, jadi sengaja pulang untuk bersih-bersih kuburan bapak, sekaligus memberikan doa untuk almarhum,” tegas Riki. (*)
Reporter : Yashinta



