
batampos – Keluhan dan sorotan masyarakat akan keberadaan juru parkir yang tidak berseragam serta tanpa karcis parkir belum ditanggapi secara serius oleh instansi pemerintah terkait. Masih banyak jukir liar berkeliaran di pinggir jalan di Batuaji dan Sagulung.
Kawasan Batuaji jukir liar ini masih marak terlihat di sepanjang pinggiran jalan Marina City yang ke arah Marina dan masuk wilayah kecamatan Batuaji. Jukir ini ngetem di lokasi pasar kaget dan pertokoan pinggir jalan.
Begitu juga di Sagulung, kawasan pasar kaget masih jadi kutipan empuk oleh jukir kepada warga tanpa ada karcis parkir yang mengatur besar pemasukan tarif parkir dari lapangan.
Masyarakat di sana kerap cek cok dengan para jukir sebab mereka tak bisa diatur. Ketika pengunjung minta karcis parkir, jukir ini malah mengamuk dan bertindak kasar. Kaum ibu-ibu paling banyak korban kekerasan para jukir liar ini.
Baca Juga: Jukir: Kutandai Mobil Kau !
“Kadang mau mereka maki-maki bahkan rusakin spion motor hanya karena kita persoalkan karcis parkir. Maunya mereka kasih begitu saja saat mereka minta uang parkir. Tak usah banyak omong kita ini, ” kata Anita, warga Saguba yang mengaku pernah bentrok dengan jukir di lokasi pasar kaget.
Jukir yang tak dibekali identitas, seragam dan karcis parkir ini disebutkan masyarakat umumnya bertindak kasar dan memiliki kelompok atau geng. Jika ada masyarakat yang protes mereka akan melawan secara kelompok.
“Begitu juga kalau misalkan berantem, pasti dikeroyok kita. Sudah gaya preman memang, “kata Aldo, warga lainnya.
Untuk itu warga berharap agar instansi pemerintah terkait bisa menertibkan jukir liar ini demi keamanan dan kenyamanan bersama serta demi pemasukan kas daerah sebagaimana tujuan utama mengutip retribusi parkir dari masyarakat pemilik kendaraan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



