Kamis, 15 Januari 2026

Jumlah Pencari Kerja di Batam Capai 18.782 Orang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pencari kerja di Kota Batam. Dokumen Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025 jumlah pencari kerja yang mendaftar mencapai 18.782 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 8.506 orang berhasil ditempatkan di berbagai perusahaan, sementara total lowongan kerja yang tersedia mencapai 11.840 posisi.

Plt Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan bahwa tren pencari kerja di Batam masih sangat tinggi seiring pertumbuhan investasi dan geliat industri yang terus berlangsung. Namun demikian, belum semua pencari kerja terserap di dunia usaha.

“Data yang kami himpun hingga Agustus menunjukkan ada 18.782 pencari kerja, dengan penempatan 8.506 orang. Angka ini memang belum ideal, karena jumlah pencari kerja lebih besar dibanding penempatan, tetapi ini juga menunjukkan Batam tetap menjadi magnet bagi para pencari kerja,” ujarnya, Kamis (28/8).

Berdasarkan data Disnaker, jumlah pencari kerja terbanyak tercatat pada Mei 2025, yakni 4.231 orang. Sementara yang paling rendah pada Maret dengan 1.540 orang.

Untuk penempatan kerja, puncaknya terjadi pada Juni 2025 dengan 2.466 orang, diikuti April 1.741 orang, serta Februari 873 orang. Sedangkan penempatan terendah terjadi pada Juli dengan hanya 1.387 orang.

Adapun lowongan kerja terbanyak tersedia pada Juli dengan 2.630 posisi, disusul Juni 2.586 posisi, dan Mei 2.155 posisi.

Nurul menegaskan, tingginya angka pencari kerja menunjukkan Batam masih dipercaya sebagai kota tujuan untuk mengadu nasib. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya perusahaan baru yang membuka pabrik dan fasilitas produksi di kawasan industri Batam.

“Batam masih menjadi pusat industri di kawasan barat Indonesia. Setiap bulan ada ribuan orang yang masuk mendaftar, baik dari Batam sendiri maupun dari luar daerah,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama yang dihadapi pencari kerja adalah persaingan kualitas dan keterampilan. Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja terampil sesuai spesifikasi industri yang semakin modern.

“Perusahaan tidak hanya melihat jumlah, tapi juga kualitas. Karena itu kami mendorong pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi, baik melalui pelatihan kerja di BLK, pelatihan swasta, maupun sertifikasi keahlian,” tambahnya.

Untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dan perusahaan, Disnaker Batam rutin menggelar kegiatan Job Fair. Salah satunya Job Fair Batam 2025 yang berlangsung pada 5–7 Agustus lalu, menyediakan 1.285 lowongan kerja.

“Dari Job Fair kemarin, sudah ada puluhan orang yang diterima bekerja, sementara lainnya masih dalam proses seleksi. Data final akan kami rilis pada Oktober mendatang setelah proses rekrutmen selesai,” kata Nurul.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha untuk memperluas akses lowongan kerja, sekaligus memfasilitasi pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update