Jumat, 16 Januari 2026

Kadisdik Batam Perintahkan Kroscek Siswa Terkena Gondongan dan Flu Singapura

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Anak kecil menderita gondongan. (jpg)

batampos – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dan informasi mengenai peningkatan kasus gondongan dan flu Singapura pada anak usia sekolah dari Dinas Kesehatan Batam.

“Akan segera saya koordinasikan dengan dinas kesehatan dan seluruh PKM. Karena ini penyakit menular dan banyak yang menderita, biasanya ada notif dari dinkes untuk pencegahan hal ini menyebar,” ujarnya.

Selain itu Wahyu mengaku juga belum menerima informasi dari sekolah-sekolah terkait dua penyakit ini. Namun begitu ia sudah memerintahkan kabid-kabidnya untuk berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah khususnya mendata anak usia sekolah yang terkena penyakit gondongan dan flu singapura ini.

“Kalau langkah-langkah penanganannya tentu kita mengikuti arahan dari dokter. Untuk pencegahannya jika memang sangat menular akan kita buatkan surat edaran ke Satuan Pendidikan (Satdik). Ini udah saya perintahkan seluruh kabid untuk kroscek ke satdik dan mendata, sebagai upaya kami dalam pencegahan,” pungkasnya.

Baca Juga: Gondongan dan Flu Singapura Mewabah, Dinkes Batam: Jaga Kebersihan dan Perkuat Imunitas

Sebelumnya, sejumlah warga Batam mengeluhkan penyakit gondongan yang dinilai begitu cepat menularnya. Seperti diketahui, gondongan ialah kondisi yang bisa menyebabkan pembengkakan pada wajah. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus pada kelenjar parotis. Kelenjar yang ada di bawah telinga ini berfungsi memproduksi air liur.

“Awalnya penyakit ini diderita anak tetangga. Lalu pindah ke anak saya yang masih berusia 7 tahun dan sekarang kakaknya yang berusia 10 tahun. Sekarang anak tertua saya yang kena gondongan juga,” ujar Akmal, warga Batam, Rabu (9/8).

Bahkan kata Akmal, ketika ia membawa ketiga anaknya ke klinik yang tidak jauh dari rumahnya ternyata penyakit menular ini sudah banyak diderita anak-anak lainnya. Dari keterangan dokter menyebutkan, penyakit ini disebabkan oleh virus (gondongan) dan sifatnya juga mudah menular ke orang lain.

“Banyak tadi yang berobat di klinik karena gondongan ini,” tambahnya.

Sementara itu warga lainnya Nur mengaku, penyakit gondongan ini sangat menular. Awalnya penyakit ini diderita saudaranya. Lalu pindah ke anak yang paling kecil, lalu anak nomor dua dan sekarang ia dan anak pertamanya yang terkena penyakit gondongan ini.

“Bukan saya aja, tadi juga banyak warga yang menderita penyakit ini. Penularannya sangat cepat, ” katanya.

Baca Juga: Kerahkan Tim Reaksi Cepat, Dinsos Batam Amankan Gelandangan dan Pengemis

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, gondongan dan flu Singapura sama-sama disebabkan oleh virusvirus, namun bukan virus yang sama.

Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia kemudian akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis. Sementara itu untuk flu Singapura umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.

Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Pada akhirnya, penyakit ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Namun, sebelum menyerang ke organ vital di dalam tubuh, sistem kekebalan akan berusaha mengendalikannya.

“Jadi baik itu gondongan atau flu Singapura sebenarnya bisa hilang sendiri (self limited),” ungkap Didi.

Untuk penyakit gondongan bisa dicegah dengan memberikan imunisasi MMR (measles, mumps, rubella) pada anak-anak. Vaksin MMR berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella. Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara menjga kebersihan diri, makan bergizi, dan memperkuat imunitas dengan rajin aktivitas fisik. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update