Sabtu, 24 Januari 2026

Kantor BP Batam di Singapura Belum Dibuka, Delegasi dan Promosi Tetap Jalan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra . Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – BP Batam belum memiliki rencana untuk membuka kembali kantor perwakilannya di Singapura yang sempat ditutup pada masa kepemimpinan sebelumnya. Meski begitu, hubungan kerja sama dan komunikasi antara Batam dan Singapura disebut tetap berjalan dengan baik.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, meskipun kantor tersebut tidak lagi beroperasi, pihaknya tetap aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Singapura, terutama terkait promosi investasi dan penguatan hubungan ekonomi lintas batas.

“Sekarang kantor di sana (Singapura) tidak operasional. Tapi hubungan ke sana, delegasi ke sana tetap berjalan baik,” katanya, beberapa waktu lalu.

Ia tidak menutup kemungkinan kantor tersebut bisa dibuka kembali di masa mendatang. Tetapi, untuk saat ini, BP Batam memilih memaksimalkan komunikasi langsung tanpa perlu kehadiran fisik kantor perwakilan.

“Saya berpandangan kantor ini bisa saja kami buka. Tapi kita bisa dengan bolak-balik saja ke sana untuk mengomunikasikan kebijakan kita,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini belum ada kebijakan atau agenda khusus yang mengarah pada pembukaan kembali kantor BP Batam di Singapura. “Sampai hari ini, kita belum berencana untuk membuka kembali kantor itu,” tambahnya.

Sebelumnya, kantor BP Batam di Singapura sempat dianggap memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan Batam-Singapura, mengingat banyaknya aktivitas investasi, perdagangan, dan pariwisata yang melibatkan kedua wilayah tersebut. Akan tetapi, keberadaannya dinonaktifkan pada masa kepemimpinan Kepala BP Batam sebelumnya, Muhammad Rudi.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai keberadaan kantor perwakilan di luar negeri tidak lagi terlalu dibutuhkan di era digital saat ini. Investor lebih banyak memanfaatkan kanal daring untuk memperoleh informasi tentang peluang investasi.

“Kalau menurut saya, ya, tak perlu juga ada kantor perwakilan di Singapura. Karena biasanya investor akan lebih memilih mengakses informasi seputar investasi melalui kanal online,” ujar dia.

Rafki menilai, langkah yang lebih efektif justru memperkuat kapasitas dan kreativitas tim promosi investasi BP Batam. “Penguatan sebaiknya dilakukan pada tim promosi investasi BP Batam, agar bisa mengemas promosi investasi biar lebih menarik investor lebih banyak,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Update