Sabtu, 24 Januari 2026

Kapolda Kepri Tegaskan MBG Penuhi Standar Gizi Anak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah di Kepri tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memenuhi standar gizi anak. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan MBG di SDN 001 Sambau, Nongsa, Selasa (9/9).

“Kami dari Polda Kepri menyiapkan 12 dapur MBG sebagai kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari. Ini bentuk dukungan Polri dalam menyukseskan program Presiden,” kata Kapolda.

Ia menyebut, keberadaan MBG sangat membantu siswa. Banyak anak yang biasanya berangkat sekolah tanpa sarapan karena orang tua harus bekerja.

“Dengan MBG, mereka bisa makan bergizi di sekolah. Saya lihat sendiri betapa antusiasnya para siswa. Mereka senang, bahkan terharu,” ujarnya.

Baca Juga: Disperindag Batam Atur Strategi Tekan Harga Cabai, Jalin Kerja Sama dengan Daerah Penghasil

Menurutnya, pihaknya juga melibatkan Dokkes Polri untuk mengawasi mutu makanan. Tujuannya untuk memastikan standar gizi pada MBG sesuai dengan kebutuhan anak.

“Setiap menu tidak hanya memenuhi standar gizi, tapi juga diperhatikan soal food security. Kami pastikan makanan yang tersaji aman dan sehat,” tegas Asep.

Dari sembilan dapur, kini jumlah Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) bertambah menjadi 12 titik, termasuk di Natuna, Karimun, Pulau Buru, Bintan, dan Tanjungpinang. Salah satunya bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).

“Satu dikelola langsung YKB Polda Kepri. Kami juga memperluas ke Natuna, Karimun, Pulau Buru, Bintan, dan Tanjungpinang. Semua ini bagian dari dukungan Polri menyukseskan program Presiden,” tegas Asep.

Ia juga memastikan Ditreskrimsus Polda Kepri turut mengawasi jalannya program MBG agar tetap sesuai tujuan. “Sampai saat ini, Alhamdulillah, belum ada laporan hal-hal negatif. Semoga program ini terus berjalan lancar sesuai yang diharapkan Presiden,” tegasnya.

Kepala SDN 001 Nongsa, Kamisah, menuturkan MBG membawa dampak besar bagi 810 siswanya. “Anak-anak lebih fokus belajar setelah makan. Orang tua juga terbantu, karena jajanan anak berkurang,” katanya.

Baca Juga: Usai Tinjau MBG di SMK 1 Batam, Wapres Gibran akan Panen Perdana Lobster di Pulau Setokok

Penyaluran MBG di sekolah itu dilakukan empat hari dalam sepekan, mulai Senin hingga Kamis. Makanan diantar dua kali, pukul 08.15 dan 10.15. “Sejauh ini belum ada kendala berarti, hanya pernah sekali terlambat karena hujan deras,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada keluhan soal kualitas. “Sayur basi atau lauk berulat tidak pernah ditemukan. Hanya ada lima anak yang memang sejak kecil tidak makan nasi, jadi mereka diganti roti,” jelasnya.

Salah satu siswa mengaku senang dengan menu yang disajikan. “Enak. Tapi ada juga teman yang kurang suka sayur,” ucapnya polos.

Meski tak semua siswa menghabiskan jatah makanannya, mayoritas mengaku menikmati. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update