
batampos – Kasus Covid-19 meningkat di sejumlah negara. Penyebabnya adalah varian Covid-19 jenis Omicron Arcturus. Varian baru ini telah terkonfirmasi di Indonesia dan Singapura.
Meksipun varian baru ini menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19, namun tidak ada kebijakan untuk memperketat perjalanan dari dan ke luar negeri.
“Tidak ada perbedaan dengan sebelumnya, sama saja (aturannya),” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Hidayat, Rabu (25/4).
Baca Juga: BIB Catat 15.667 Pemudik Tiba via Hang Nadim Batam
Ia mengatakan, tidak ada pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh KKP Batam di pintu-pintu masuk internasional. Namun, jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 usai dari luar negeri. Maka, KKP Batam bersama dinas kesehatan akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang pernah kontak.
“Sampelnya segera kami kirimkan ke laboratorium,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri mengaku, belum mendapatkan kabar tentang masuknya varian baru ini di Kepri.
“Sejauh ini, belum dapat konfirmasi dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam,” kata M Bisri.
Baca juga: BP Batam akan Bangun Fly Over Sei Ladi Tahun Depan
Ia mengatakan, sudah mendengar ada kenaikan kasus Covid-19 di Singapura. Penyebabnya adalah, varian baru dari Omicron Arcturus. Meskipun begitu, Bisri mengatakan tidak ada kebijakan khusus yang mengatur terkait pintu-pintu internasional.
“Sejauh ini tingkat keparahan tidak mengalami kenaikan, begitu juga yang meninggal. Jadi bisa dibilang, tidak keparahan varian baru ini, tidak lebih parah dari varian sebelumnya,” ujar Bisri.
Selain itu, varian baru ini masih ampuh dihadapi dengan vaksin yang telah disuntikan ke masyarakat. “Artinya, daya tahan tubuh masyarakat ini kuat. Makanya, baik Singapura atau Indonesia, tidak ada mengeluarkan aturan baru,” tutur Bisri.
Bagi masyarakat yang bepergian. Bisri berharap, memastikan agar selalu memperhatikan protokol kesehatan. “Memakai masker, mencuci tangan,” ujar Bisri.
Baca Juga: Arus Balik via ASDP belum Telihat
Paling penting, kata Bisri adalah menjaga kondisi daya tahan tubuh yang baik. Jika kondisi tubuh yang baik, pastinya imun juga terjaga dengan baik.
“Hasil survei nasional, imunitas masyarakat Indonesia sangat bagus,” tutur Bisri.
Saat ditanya apakah sudah ada vaksin, agar masyarakat mendapatkan booster pertama atau kedua. Bisri mengatakan, sejauh ini stok vaksin di Kepri kosong. Sampai saat ini, belum ada stok vaksin tambahan datang dari pemerintah pusat.
“Kami minta masyarakat tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya. (*)
Reporter: FISKA JUANDA



