Senin, 16 Maret 2026

Kasus DBD Meningkat, 5 Warga Batam Meninggal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: Jawapo.com

batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam meningkat signifikan dalam dua bulan terkahir. Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, kasus DBD tertinggi terjadi di Bulan Juli 2022 dengan jumlah 98 kasus DBD. Selanjutnya disusul Agustus dan Januari 2022 yakni dengan masing-masing 85 kasus DBD.

Tingginga curah hujan saat ini disebut mempengaruhi peningkatan kasus DBD di Batam. Genangan air yang timbul setelah hujan berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk berkembangbiak.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari mengatakan, sampai dengan 30 Agustus 2022 ini Dinas Kesehatan Batam mencatat ada 606 kasus. Bahkan lima orang diantaranya meninggal dunia akibat demam berdarah tersebut.

“Di bulan Agustus ini saja ada 85 kasus DBD. Sementara sepanjang tahun 2022 ada 606 kasus dengan lima orang meninggal dunia,” ujar Melda.

Menurutnya sampai saat ini sebanyak lima pasien DBD yang meninggal dunia itu merupakan balita. Pertama pasien usia satu tahun warga Mediterania, Batam Kota. Lalu pasien berusia 4 tahun warga Pelita, Nongsa, dan ketiga warga Kavling Sejunlung berusia 6 bulan. BAlita usia 5 tahun warga Tembesi Makmur dan terakhir balita berusia 1 tahun.

“Ratusan kasus DBD di Kota Batam ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan,” tuturnya.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD di tahun 2021 diketahui berjumlah 710 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak empat orang. Sedangkan di tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematian tiga orang. Lalu di tahun 2019 ada sebanyak 728 kasus dengan kasus kematian 2 orang.

“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.

Diketahui sepanjang tujuh bulan terkahir ini, kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Juli yakni dengan 98 kasus. Disusul Januari 85 kasus, Februari 65 kasus dan Maret 75 kasus. Selanjutnya pada Juni ada 71 kasus serta sampai dengan 7 Agustus ada 14 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Kota Batam dalam meminimalisir penyebaran DBD ini. Salah satunya dengan melakukan fogging dan sekaligus mengaktifkan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan satu rumah satu orang jumantik.

Para jumantik ini akan diberikan sosialisasi dan penyuluhan serta pemahaman. Peran jumantik ini dilakukan di seluruh wilayah seperti diantaranya, edukasi jentik bersama tim Jumantik Bida Ayu Blok G,Kelurahan Mangsang, Sosialisasi Jumantik di BukitBarelang Kelurahan Tanjungpiayu, Pembinaan Jumantik Cilik di Bengkong Mahkota, Bengkong.

Selain itu Didi membantah adanya penugasan untuk menjual abate ke beberapa warga. Diketahui abate Abate adalah obat pembasmi nyamuk dan juga jentiknya. Obat ini mampu mengontrol penyakit demam berdarah, malaria, serta penyakit lainnya yang disebabkan oleh nyamuk. Abate juga mampu mencegah perkembangbiakan nyamuk.

“Gak ada anjuran itu,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN