
batampos – Unit Reskrim Polsek Seibeduk menggelar rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan bocah 4,6 tahun, MA yang dilakukan pacar ibu korban, Randa, 20, Senin (28/11) pagi. Rekontruksi berlangsung di dua lokasi, yakni di rumah korban di Perumahan Griya Piayu Asri dan di Puskesmas Sei Pancur.
Rekontruksi selama 2,5 jam itu dihadiri pihak kejaksaan, sejumlah saksi seperti ibu korban, tetangga, ibu kos, serta dokter puskesmas. Dalam rekontruksi ini, pelaku memperagakan 47 adegan.
Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Iptu Yustinus Halawa mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk lebih meyakinkan pemeriksa tentang kebenaran tersangka atau saksi.
Baca Juga: Pengakuan Randa, Pelaku Pembunuhan Anak Pacar di Seibeduk
“Tujuan rekonstruksi yakni upaya memperoleh keterangan, berbagai petunjuk, bukti, data yang cukup benar, maka seluruh hasil pemeriksaan tersangka atau saksi yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dievaluasi kembali,” ujarnya.
Rekontruksi diawali saat ibu korban berangkat kerja menggunakan sepeda motor, serta korban yang berada di pintu rumah. Setelah itu, korban masuk ke kamar untuk tidur. Berikutnya, korban terbangun sambil menangis.
Karena korban tak berhenti menangis, pelaku meninju kening korban dan membantingnya ke lantai. Hingga akhirnya korban tak sadarkan diri.
Baca Juga: Bawa Paksa Siswa dari Sekolah, Komplotan Pencuri Ditembak Polisi di Batuaji
“Pelaku sempat menempelkan telinganya ke dada korban untuk memastikan korban masih hidup atau tidak,” kata Yustinus.
Diadegan ke 9, pelaku menghubungi pacarnya untuk pulang ke rumah. Keduanya kemudian membawa korban ke Puskesmas Sei Pancur. Di Puskesmas ada 3 adegan yang dijalani pelaku.
“Pelaku sengaja membawa korban ke puskesmas untuk memastikan kondisinya,” ungkap Yustinus.
Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, BTKLPP Batam Konsen Lacak Varian Terbaru Covid-19
Yustinus menambahkan dari pemeriksaan visum, korban tewas akibat mengalami pendarahan di kepala belakang.
Sementara Randa mengaku nekat menghabisi nyawa anak pacarnya karena merasa kesal. Sebab, korban berinisial MA, tak berhenti menangis setelah bangun tidur.
“Saya kesal. Saat bangun tidur nangis terus, gak mau diam,” katanya.
Rekontruksi ini mendapatkan perhatian dari warga sekitar. Kegiatan ini turut mendapatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



