Jumat, 13 Maret 2026

Kawasan Kampung Tua Tanjungriau Bebas Kumuh dan Jadi Destinasi Wisata

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Kepulauan Riau, LPK Global Lentera Kasih Kota Batam dan para peserta Pelatihan Vokasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjungriau Kota Batam, foto bersama usai pelatihan, Kamis (8/9) lalu.// F LPK Global Lentera Kasih Batam untuk Batam Pos.

batampos– Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Kepulauan Riau bekerjasama dengan LPK Global Lentera Kasih Kota Batam melaksanakan Pelatihan Vokasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjung Riau Kota Batam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) selama tiga hari berturut-turut hingga Kamis (8/9/2022).

Kegiatan yang merupakan rangkaian lanjutan lokakarya yang dilaksanakan 30 Agustus 2022 ini, diikuti 75 peserta dari unsur Pemerintah Daerah, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan pelaku usaha, RT/RW, Tokoh Masyarakat dan KPP Kawasan Kampung Tua Tanjung Riau.

“Pelatihan ini, kami laksanakan menggunakan metode paparan dan diskusi serta praktik lapangan sesuai arahan Materi Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pendapatan Daerah dan Sarana Prasarana,” ujar Direktur LPK Global Lentera Kasih Kota Batam, Diane Elisabeth Tengker di Batamcenter, Minggu (11/9/2022).

KOTAKU sendiri merupakan program pemerintah sebagai salah satu upaya mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024 dengan target penanganan kawasan kumuh seluas 10.000 Ha.

Sebelumnya, RPJMN Kepulauan Riau telah menangani seluas 138,51 Ha dari 176,17 Ha yang ditargetkan. “Penanganan kumuh itu kami ukur berdasarkan dampak dan pendekatan skala lingkungan dan skala kawasan sebagai bagian dari program lestari lingkungan dan perubahan iklim,” ujar Yesfi Rika, Kordinator Kota Batam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Rika menyebutkan, kegiatan skala kawasan di Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan di 4 kawasan. Kota Batam melaksanakan kegiatan skala kawasan di 2 kawasan yaitu kawasan Kampung Tua Tanjung Riau dan Kawasan Sei Lekop.

Sebelumnya, peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Kampung Tua Tanjungr Riau selesai pelaksanaan konstruksi pada Mei 2021. “Saat ini dalam proses persiapan serah terima ke Pemerintah Kota Batam, sementara Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Perkotaan Sei Lekop selesai pada Juni 2022 dan lagi masa pemeliharaan 365 hari,” ungkap Rika.

Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Kampung Tua Tanjung Riau dilaksanakan sejak September 2020 dan selesai Mei 2021 berupa jalan pedestrian, drainase, plaza, Gapura, pelantar pembatas permukiman dan RTP.

Dengan di nakhodai Pemerintah Batam, terealisasi kolaborasi dari berbagai pihak baik dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kota Batam, dan CSR berupa Rehab rumah tidak layak huni, jalan beton, pembangunan IPAL, dan bank sampah untuk menyelesaikan permasalahan kumuh seluas 19,62 Ha.

Rika mengharapkan, dengan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kawasan Kampung Tua Tanjung Riau ini, selain dapat mengurangi luasan permukiman kumuh juga memberikan dampak sebagai destinasi wisata baru yang pada akhirnya meningkatkan ekonomi masyarakat. “Tumbuhnya usaha-usaha baru dari sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Namun tak cukup di situ saja, dia juga menyebut masih diperlukan pengelolaan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Tanjung Riau sebagai destinasi wisata dan berkembangnya UMKM perlu ditata dan dikelola dengan baik agar berkesinambungan pemanfaatannya. Itulah makanya kami menggandeng Lentera Kasih melakukan lokakarya dan pelatihan 3 hari ini. Dengan harapan masyarakat, pemerintah daerah dan kelompok pemanfaat dan pemelihara dapat saling berkolaborasi dalam mengoptimalkan kemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun,” ujar Rika.

Dia menyebutkan, dengan pelatihan vokasi ini, para peserta paham dan terampil dalam penataan dan pemeliharaan infrastruktur serta dapat mengembangkan ekonomi produktif di Tanjung Riau.

“Usai pelaksanaan konstruksi dan sejalan dengan kebijakan Kementerian PUPR terkait Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasional dan Rehabilitasi (OPOR), maka pelatihan vokasi sebagai upaya memelihara dan mengoptimalkan agar kegiatan infrastruktur yang dibangun melalui Program KOTAKU dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya adalah langkah penting,” tutup Rika. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

SALAM RAMADAN