Minggu, 25 Januari 2026

Kecelakaan Kerja Lagi, Pekerja Galangan Kapal Tewas Tersengat Listrik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban kecelakaan kerja saat di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.

batampos – Belum usai kasus kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard yang menewaskan lima pekerja beberapa waktu lalu, insiden serupa kembali terjadi di industri galangan kapal Batam. Kali ini, seorang pekerja subkontraktor tewas diduga akibat tersengat listrik saat mengerjakan perbaikan kapal di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8) sore.

Korban diketahui bernama M Raudhul Ma’ari, kelahiran Pariaman tahun 2004. Ia bekerja di bawah perusahaan subcon PT Sinar Lautan Agung yang mengerjakan proyek perbaikan kapal jenis semen bar di lokasi tersebut. Kejadian naas itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB, saat korban tengah melakukan penghalusan bagian dalam tangki kapal menggunakan mesin gerinda.

Dua orang saksi yang berada di lokasi menjelaskan, korban bekerja sendirian di dalam tangki kapal. Saksi pertama yang bekerja di ruangan lain bermaksud meminjam isolasi kepada korban. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, korban tidak memberikan jawaban.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Kapal di PT ASL, Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka

Merasa curiga, saksi kemudian mengintip ke dalam tangki dan mendapati korban terbaring dengan mesin gerinda di atas tubuhnya. Korban terlihat sudah tidak bergerak. Saksi pertama lalu memanggil saksi kedua, dan bersama-sama mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak manajemen perusahaan dan kepolisian.

Diduga, korban mengalami sengatan listrik saat bekerja di dalam tangki kapal. Tim evakuasi membawa korban ke RSUD Embung Fatimah. Namun, petugas medis memastikan korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Jenazah kemudian ditempatkan di kamar jenazah untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung merespons laporan yang masuk dan melakukan penanganan awal di lokasi. “Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polresta Barelang. Kami hanya menindaklanjuti saat laporan awal masuk, selanjutnya penanganan dilakukan oleh Polres,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk memeriksa kelayakan peralatan kerja dan penerapan prosedur keselamatan kerja di lapangan. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pihak perusahaan juga masih dilakukan.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di industri galangan kapal Batam. Pihak pekerja berharap perusahaan lebih memperketat pengawasan serta penerapan standar keselamatan kerja untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update