
batampos-Direktorat Lantas Polda Kepri mengikuti kegiatan Monev Blackpot dan Troublespot. Kegiatan ini digelar Tim Korlantas Polri dan dihadiri PJU dan personel Ditlantas Polda Kepri.
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengidentifikasi permasalahan-permasalahan lalu lintas seperti kemacetan dan rawan kecelakaan.
Diketahui, blackspot merupakan titik atau lokasi yang jumlah angka kecelakaan dominan terjadi. Sedangkan troublespot adalah titik atau lokasi yang memiliki tingkat kepadatan dan kemacetan yang tinggi.
“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan publik dan terus berupaya untuk selalu berbenah serta berusaha keras memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di Kepri,” ujarnya.
BACA JUGA:Dirlantas Polda Kepri: Tak Usah Percaya Hoaks, Patuhi Saja Aturan Lalu Lintas
Selain kegiatan monev blackspot dan troublespot, Ditlantas Polda Kepri juga mensosialisasikan program Smart City dalam pendekatan Safety Policing.
Program ini berisikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), model E Policing pada fungsi lalu lintas, didukung dengan IT for Road Savety, Smart Living, dan Smart Mobility, Quick Respone Time, berbasis big data system, one stop service, pelayanan standart prima, sinergitas dengan para pemangku kepentingan lainnya, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kota Batam ini dapat menjadi pilot project juga untuk membangun Smart City, bahkan menjadi Smart Icon,” kata Tri.
Ia menjelaskan Smart City adalah konsep kota cerdas yang mampu mengelola sumber data yang tersedia secara efektif dan efesien. Sehingga merasa aman, nyaman, dan bahagia.
“Karena di Kepri ini merupakan halaman dari Bangsa Indonesia, kita harus menujukkan kepada bangsa lain, bahwa Kota Batam juga bisa menjadi little Indonesia sebagai daya asing,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI

