Minggu, 25 Januari 2026

Kejahatan Gunakan Mobil Rental Meningkat, Kapolresta Barelang Minta Pengusaha Lebih Selektif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.

batampos – Aksi kejahatan dengan memanfaatkan mobil rental kembali marak terjadi di Batam. Tak hanya digunakan untuk menipu, kendaraan sewaan ini juga kerap dipakai pelaku kejahatan untuk merampok hingga mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengingatkan para pemilik usaha rental mobil untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta agar proses penyewaan tidak dilakukan secara asal-asalan.

“Lakukan verifikasi identitas penyewa secara cermat. Pastikan data seperti KTP atau KK bukan hasil pemalsuan atau milik orang lain. Ini sangat penting untuk mencegah tindak kejahatan,” ujarnya, Rabu (25/9).

Zaenal juga menyarankan agar seluruh kendaraan rental dipasang GPS tracker, agar pergerakan mobil dapat dipantau secara real-time oleh pemilik.

“Kalau ada pergerakan mencurigakan, seperti mobil hanya berjalan pada malam hari atau keluar masuk area yang tak biasa, bisa langsung diketahui,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta pemilik rental agar tidak mudah menyetujui penyewaan dalam durasi panjang, terutama jika rekam jejak penyewa tidak jelas. Ia mendorong pemilik untuk saling berbagi informasi antar pengusaha rental demi mencegah kejadian yang merugikan.

“Kalau ada rasa curiga, segera lapor ke polisi. Kami akan langsung tindak lanjuti,” tegasnya.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Beberapa hari lalu, Satreskrim Polresta Barelang berhasil meringkus komplotan penipuan bermodus hipnotis. Aksi ini dikendalikan oleh dua Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, yang menggunakan mobil rental untuk beroperasi.

Komplotan tersebut diketahui telah beraksi sebanyak tiga kali di wilayah Batam dan Bintan sejak 11 September lalu. Dari ketiga aksi tersebut, para korban mengalami kerugian hingga Rp170 juta dalam bentuk uang tunai dan barang berharga.

“Ini jadi bukti nyata bahwa mobil rental bisa disalahgunakan untuk tindak kriminal. Karena itu, kita harus bersinergi antara pengusaha, masyarakat, dan aparat penegak hukum,” kata Zaenal.

Pihak kepolisian saat ini terus mendalami kasus tersebut dan membuka kemungkinan adanya korban lain maupun keterlibatan jaringan yang lebih luas. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update