Jumat, 13 Maret 2026

Kejari Batam Terima Laporan Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Tanjak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Masjid Tanjak di Bundaran BandaraInternasional Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ambruknya plafon Masjid Tanjak yang digadang-gadangkan sebagai salah satu ikon Kota Batam berbuntut panjang. Laporan adanya dugaan korupsi atas pembangunan Masjid Tanjak senilai Rp 39,9 miliar masuk Kejaksaan Negeri Batam.

Sebab, baru saja diresmikan dua bulan lalu, plafon masjid yang awalnya terlihat indah, ambruk seketika. Ambruknya plafon diduga karena rangka penyanga tidak sesuai spesifikasi.

Kasi Intel Kejari Batam, Riki Saputra telah menerima laporan atas dugaan korupsi Masjid Tanjak dari salah satu LSM di Batam. Laporan itu nantinya akan dipelajari untuk ditindaklanjuti.

“Kami telah menerima laporan dari LSM di Batam, terkait proses laporan, belum bisa saya jelaskan, karena kami harus pelajari dulu laporan tersebut,” ujar Riki.

Menurut dia, sebelum adanya laporan itu, pihaknya juga telah turun langsung dan melihat kondisi plafon Masjid Tanjak. Ia pun membenarkan, kondisi plafon masjid yang sudah ambruk.

“Kami sudah turun mengecek langsung. Dan proses saat ini di kami Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),” jelasnya.

Disinggung apakah pembangunan Masjid Tanjak didampingi oleh Kejaksaan, Riki menegaskan pihak BP Batam tak pernah meminta pendampingan. Mulai awal hingga akhir pembangunan.

“Mereka tak ada meminta pendampingan, sehingga kami tak awasi proses pembangunan,” terang Riki.

Baca Juga: Kepala BP Batam Dukung Kejaksaan Soal Penyelidikan Masjid Tanjak

Masih kata Riki, saat ini pihaknya hanya mendampingi 10 proyek Pemko Batam bernilai puluhan miliar. Ke seluruh kegiatan masuk dalam proyek strategis nasional atau daerah.

“Ada 10 kegiatan Pemko Batam yang masuk dalam PPS Kejari Batam. Seluruh kegiatan ini kami awasi mulai awal sampai akhir,” ujarnya.

Ke sepuluh proyek itu terdiri dari, revitalisasi Masjid Agung Batamcenter oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Usaha Batam, Peningkatan Jalan Tengku Sulung oleh Dinas Bina Marga dan Sumber daya Air Batam, Pembangunan SPAM P.Labuhan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Pembangunan SMPN Putera Jaya oleh Dinas Pendidikan, Pembangunan SDN Permata Laguna oleh Dinas Pendidikan.

Revitalisasi Jalan Tanjung Sari oleh Dinas Perkim Batam, Pekerjaan Fasum PJU oleh Dinas Perkim Batam, Pembangunan Kantor Disnaker oleh Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang, Peningkatan Jalan. Simpang MAN Polsek Batu Aji oleh Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Pekerjaan Lanjutan Peningkatan Drainase Aviari oleh Dinas Bina Marga dan Sumber daya Air.

“Proyek-proyek ini bernilai miliaran hingga puluhan miliar. Kami dampingi supaya tidak ada penyimpangan. Sehingga kegiatan berlangsung tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya,” jelas Riki. (*)

 

 

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN