
batampos – Pembentukan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh pemerintah terus dilakukan. Teranyar, ada KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, yang masuk dalam tahap perumusan regulasi.
Sebelumya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan pembentukkan tiga KEK di Indonesia, salah satunya adalah KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam. Penetapan kawasan ini dinilai telah memenuhi persyaratan pembentukan KEK sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam bakal dibangun di atas lahan seluas 47,17 hektare, di wilayah Sekupang 23,10 hektare (Wisata Kesehatan Terpadu), dan wilayah Nongsa seluas 24,08 hektare. Target investasi Rp6,91 triliun sampai dengan 2032. Akan menyerap tenaga kerja 105.406 orang selama 80 tahun.
Pada lokasi Sekupang akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park yang dilengkapi MICE (Meetings, Incentive, Convention and Exhibition), Perumahan Dokter, Dormitory, Hotel and Retail.
“Saya sudah menandatangani surat resmi ke Pak Menko (Airlangga Hartarto) untuk bisa segera meregulasi sehingga KEK Kesehatan akan keluar dari Keppres (Keputusan Presiden),” kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu.
Selain KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, Presiden Jokowi juga telah menetapkan KEK Tanjung Sauh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024. KEK yang berada di Pulau Tanjung Sauh, Batam, memiliki luas 840,67 hektare.
Penetapan KEK Tanjung Sauh dilakukan untuk mempercepat atau menambah lapangan kerja, serta pengembangan wilayah Batam dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional.
KEK Tanjung Sauh yang diusulkan oleh PT Batam Raya Sukses Perkasa, memiliki komitmen realisasi investasi Rp199,6 triliun. Diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 366.087 orang hingga 2053.
Kata Rudi, KEK Tanjung Sauh dijadikan untuk pelabuhan kontainer, sembari melihat pangsa pasarnya. Ia dan jajaran akan melakukan rapat menyoal itu pada Senin mendatang.
“Batuampar sudah kita buka, tentu sana (Tanjung Sauh) akan menyusul. Maka disiapkan dulu, supaya nanti jangan terantuk baru ternadah,” ujar Rudi.
Di Tanjung Sauh, terdapat satu kampung yang dihuni mayoritas kalangan suku laut. Kemungkinan besar, yang menempati pulau itu akan direlokasi.
“Tinggal satu (kampung) saja. PT pembeli lahan itu yang akan mengurus. Lahan itu milik mereka (perusahaan),” kata dia.
Sebagai informasi, KEK Tanjung Sauh memiliki rencana bisnis produksi dan pengolahan, pengembangan energi, serta logistik dan distribusi. KEK ini akan dikembangkan industri komponen listrik, juga industri perakitan produk elektronik.
Keberadaan KEK Tanjung Sauh diantara Batam dan Bintan. Menjadi jembatan penting untuk mobilisasi logistik antara Kepulauan Riau dengan pasar nasional dan dunia internasional. KEK Tanjung Sauh berperan sebagai gateway port modern. Mampu menampung hingga 5 juta TEUs, dan menjadi pusat logistik antara Batam – Bintan.
Selain KEK Tanjung Sauh, pemerintah juga telah menyetujui pembentukan KEK Pulau Nipah. KEK ini difungsikan untuk industri logistik dan distribusi pengembangan energi.
“KEK Tanjung Sauh, dan KEK Nipah hari ini kita setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat. Setelah KEK ditetapkan, maka akan diberikan waktu paling lama tiga tahun sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya,” tegas Menko Airlangga, pada akhir 2023 silam.
Kawasan itu nantinya diharapkan mampu menjadi katalis dalam peningkatan volume investasi di wilayah Batam yang secara geografis diuntungkan karena terletak di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Hal ini menjadikan wilayah itu potensial untuk dikembangkan dari sisi ekonomi.
Kawasan bebas di wilayah Batam meliputi Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Di kawasan tersebut, berbagai sektor mengalami perkembangan yang pesat, seperti industri manufaktur, elektronik, galangan kapal, pariwisata, dan logistik.
Tujuan pembentukan KEK ialah untuk mempercepat pembangunan perekonomian di kawasan-kawasan strategis tertentu bagi pembangunan perekonomian nasional dan menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi di setiap daerah dalam kesatuan perekonomian nasional.
Saat ini, di Batam terdapat tiga KEK. Pertama, KEK Batam Aero Technic yang ditetapkan tahun 2021 dan terletak di Kecamatan Nongsa. KEK ini memiliki tema kegiatan usaha di antaranya produksi dan pengolahan logistik dan distribusi, riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi, dan atau ekonomi lain.
Kedua, KEK Nongsa yang ditetapkan tahun 2021 dan terletak di wilayah utara Kecamatan Nongsa. KEK ini memiliki tema kegiatan usaha riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi pariwisata, pendidikan, industri kreatif, dan ekonomi lain.
Ketiga, KEK Tanjung Sauh yang ditetapkan tahun 2024 dan terletak di wilayah utara Kecamatan Nongsa. KEK ini memiliki tema kegiatan usaha produksi dan pengolahan. (*)
Reporter: Arjuna



