
batampos – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pendidikan sangat membantu industri di Kota Batam. Karena hanya di wilayah KEK bisa mendirikan perguruan asing.
Ketua Bidang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Tjaw Hioeng, mengatakan, promosi yang dilaksanakan pemerintah pusat bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam di Inggris, sangat baik untuk dunia pendidikan dan dunia usaha di Batam.
Sehingga kata dia, remaja yang baru tamat SMA/SMK tidak perlu lagi untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri.
“Karena hanya di wilayah KEK saja yang bisa mendirikan perguruan tinggi asing,” ujarnya.
Ia mencotohkan seperti di Iskandar Regional Development Authority di Johor Baru Malaysia. Dimana, Malaysia telah menyiapkan lahan tertentu “educity” untuk Pendidikan asing dapat beroperasi disana.
“Kita liat disana ada 4 international HELls diantaranya Netherland Maritime Institute of Technology Educity Iskandar spesialis di keilmuan maritime, kemudian ada Newcastle University Medicine, Southampton University specialist dibidang Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering dan Raffles University yang expert di bidang information technologies,” jelasnya.
Dengan berdirinya perguruan tinggi asing di wilayah KEK juga sangat membantu perusahaan atau industri-industri yang ada di Batam, Bintan dan Tanjungbalai karimun dalam mendapatkan tenaga ahli yang berkompeten dibidang keilmuannya masing-masing.
“Namun kita harus realistis dalam menggaet investasi-investasi tersebut,” katanya.
Sementara terkait sinkronisasi aturan tentunya hal itu merupakan ranah pengambil kebijakan yang memustuskan untuk memberikan status KEL serta lahan yang disediakan.
Sementara jika di IRDA Johor Bahru, saat ini sudah disediakan alokasi lahan yang clear and clean yakni EduCity Iskandar seluas 305 acres atau setara 123 ha.
Ia menambahkan, saat ini dua KEK sudah diputuskan oleh pemerintah pusat, Yakni KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK KEK Batam Aero Techic yang merupakan Maintenance Repair and Operation (MRO).
Sehingga, BP Batam juga harus mendorong agar KEK Pendidikan dan Kesehatan Sekupang itu agar terus didorong legalitasnya agar investor tidak kecewa. Sebab, pemerintah pusat hingga saat ini belum juga meresmikan KEK Pendidikan dan Kesehatan itu.
“Legalitasnya itu kan sebenarnya ranahnya pemerintah,” imbuhnya.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



